ASAS-ASAS PENDIDIKAN ISLAM
Herman H. Horn
1.
Dasar/Asas Filosofis
2.
Dasar/Asas Sosiologi
3.
Dasar/Asas Psikologis
At-Thouy Al Syaibani
1.
Dasar/Asas Filosofis
2.
Dasar/Asas Sosiologi
3.
Dasar/Asas Psikologis
4.
Dasar/Asas Religi
M. Mujib dan Yusuf Mudzakir
1.
Dasar/Asas Filosofis
2.
Dasar/Asas Sosiologi
3.
Dasar/Asas Psikologis
4.
Dasar/Asas Religi
5.
Dasar/Asas Organisatoris
1.
Filosofis
Berpikir sampai ke akar akarnya untuk memberikan
arah dan kompas tujuan pendidikan Islam dengan dasar filosofis sehingga pendidikan
Islam mengandung suatu kebenaran, terutama kebenaran di bidang nila-nilai
sebagai pandangan hidup yang di yakini sebagai suatu kebenaran di samping juga
untuk mengetahui ke alur alam semesta tempat hidup kita.
2.
Sosiologis
Memberikan implikasi bahwa pendidikan Islam
memegang peranan penting terhadap penyampaian dan pengembangan kebudayaan,
proses sosialisasi individu dan rekonstruksi (pembangunan) masyarakat,
mengetahui tuntutan masyarakat.
3.
Psikologis
Mempertimbangkan tahap psikis peserta didik yang
berkaitan dengan perkembangan jasmaniah, intelektual, bahasa, emosi sosial,
kebutuhan dan keinginan individu, minat dan kecakapan, kemampuan yang diperoleh
dan kebutuhan peserta didik.
“Pendidikan adalah suatu proses pematangan
kualitas hidup seseorang.”
UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
1.
Subjek yang di bimbing (peserta didik)
2.
Orang yang membimbing (peserta didik)
3.
Interaksi antara peserta didik dengan pendidikan (interaksi
edukatif)
4.
Ke arah mana bimbingan di tunjukan (tujuan
pendidikan)
5.
Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi
pendidikan)
6.
Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan
metode)
7.
Tempat peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan
pendidikan)
FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN
1.
Faktor tujuan
2.
Faktor pendidikan
3.
Faktor peserta didik
4.
Faktor alat pendidikan
5.
Faktor metode pendidikan
6.
Faktor lingkungan
a.
Sekolah
b.
Masyarakat
c.
Keluarga
OBJEK STUDI ILMU PENDIDIKAN ISLAM
1.
Pendidikan dipandang sebagai pengembangan potensi.
2.
Pendidikan dipandang sebagai pewaris budaya.
3.
Pendidikan dipandang sebagai interaksi antara
pengembangan potensi dan pengembangan pewaris budaya.
Hasan Langgulung
Ketiga pendidikan ini tidak
dapat berdiri sendiri karena merupakan satu keutuhan. Tetapi dalam
pelaksanaannya terkadang salah satu di antara ketiga pendekatan itu ada yang lebih
dominan, sementara yang lain proporsinya lebih kecil.
1. Pendidikan Dipandang
sebagai Pengembangan Potensi
Pendidikan Islam realisasi dari pengertian tarbiyah
al insya (menumbuh/mengaktualisasi potensi).
Asumsi tugas ini, manusia mempunyai sejumlah
potensi/kemampuan. Sedangkan pendidikan, proses untuk menumbuhkan.
2.
Pendidikan Dipandang sebagai Pewaris Budaya
Kebudayaan Islam akan mati apabila nilainya tidak
berfungsi:
a.
Nilai Ilahiyah
Perilaku
pendidikan untuk mengimplementasikan.
b.
Nilai Islamiyah
Mengimplementasikan
nilai-nilai itu, tetapi juga mengontrol nilai-nilai itu untuk mendekati pada
nilai idealnya, sehingga terjadi kesadaran.
3.
Interaksi antara Pengembangan Potensi dan
Pengembangan Pewaris Budaya
Manusia secara potensi mempunya potensi dasar yang harus diaktualkan dan
dilengkapi dengan pendidikan dan kebudayaan. Harus relevan dengan kurikulum dan
pengembangan dasar manusia.
Objek -> Tuhan, manusia, alam
Struktur Ilmu Pendidikan Islam -> Al Quran dan Hadits


No comments :