• MATA KULIAH
    • SEMESTER 1
      • Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
      • Dasar-Dasar Pendidikan Islam
      • Ilmu Alamiah Dasar
      • Pancasila dan Kewarganegaraan
      • Perilaku dan Budaya Organisasi
      • Psikologi Perkembangan
      • Sejarah Peradaban Islam
    • SEMESTER 2
      • Bahasa Indonesia
      • Inovasi Pendidikan Islam
      • Kepemimpinan Pendidikan Islam
      • Manajemen Pendidikan Islam
      • Manajemen SDM Pendidikan Islam
      • Teori Belajar dan Pembelajaran
    • SEMESTER 3
      • Administrasi Keuangan
      • Bahasa Inggris I
      • Filsafat Ilmu
      • Magang I
      • Manajemen Diklat
      • Manajemen Strategik
      • Statistika Pendidikan
      • Strategi Pembelajaran
      • Studi Fiqih
      • Supervisi Pendidikan Islam
    • SEMESTER 4
      • Aplikasi ICT
      • Bahasa Inggris II
      • Bimbingan Konseling
      • Manajemen HUMAS
      • Metodologi Penelitian Kependidikan
      • Pengembangan Kurikulum
      • Pengembangan Sumber dan Media Pembelajaran
      • Perencanaan Pembelajaran
      • Studi Al-Quran dan Hadits
      • Teosofi
    • SEMESTER 5
      • Akuntansi Sektor Pendidikan
      • Desain Komunikasi Visual
      • Evaluasi Pembelajaran
      • Magang II
      • Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
      • Penelitian Tindakan Kelas
      • Perencanaan Pendidikan
      • Sistem Informasi Manajemen
      • Studi Kebijakan Pendidikan
  • DOWNLOAD
    • EBOOKS
      • SMP/MTs
      • SMA/MA
      • PT
    • MAKALAH
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
      • Semester 5
    • NOVEL
    • PPT
  • TEKNOLOGI
  • LAINNYA
    • SEMINAR
    • WORKSHOP
    • KULIAH TAMU
    • PENELITIAN

POHON ILMU

PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI

KEKUASAAN, POLITIK, DAN KEPEMIMPINAN

Tuesday, October 10, 2017 0 Fitri Handayani

BAB VII
KEKUASAAN, POLITIK, DAN KEPEMIMPINAN

A.  PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
Kekuasaan (power) banyak digunakan dalam literatur manajemen. Kekuasaan sering kali diberikan sebuah gambaran positif atau negatif tergantung cara memandang seseorang dengan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian. Ahli yang mempergunakan istilah kekuasaan pertama kali adalah Max Weber.
Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu: Politikos, yang berkaitan dengan warga negara. Dalam bahasa Inggris disebut politic yang berarti bijaksana, beradab, atau belaka. Perilaku politik atau (Inggris: Politic Behaviour) adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik. Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik
Budaya  organisasi  adalah  seperangkat  asumsi,  nilai  dan  norma  yang dikembangkan  dalam  organisasi  dan  telah  menjadi  perilaku  para anggota organisasi di dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di dalam maupun di luar organisasi.
Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya kelak. Manusia sebagai pemimpin minimal mampu memimpin dirinya sendiri.
Jika daya kepemimpinan kuat, pintu kesuksesan akan terbuka lebar. Namun jika tidak, maka keberhasilan organisasi akan terbatas, itulah sebabnya mengapa di masa krisis, dengan sendirinya organisasi-organisasi mencari pemimpin baru.
Leader adalah seorang pemimpin yang mempunyai sifat-sifat pemimpin atau personality atau authority (berwibawa). Sedangkan Manajer adalah seorang pemimpin yang dalam praktik kepemimpinannya hanya berdasarkan “kekuasaan atau authority formalnya”.
2.    Rumusan Masalah
a.       Apakah yang dimaksud dengan kekuasaan dan apa saja sumber kekuasaan, strategi kekuasaan, dan taktik kekuasaan?
b.      Apakah yang dimaksud dengan politik dan bagaimana perilaku politik dalam budaya organisasi?       
c.       Apakah yang dimaksud kepemimpinan dan teori-teorinya serta tipologi kepemimpinan?
d.       Leader versus manager?
e.        Bagaimana peran pemimpin?
3.    Tujuan
a.      Mengetahui pengertian kekuasaan, sumber kekuasaan, strategi kekuasaan, dan taktik kekuasaan
b.     Mengetahui pengertian politik dan bagaimana perilaku politik dalam budaya organisasi
c.      Mengetahui pengertian kepemimpinan dan teori-teorinya serta tipologi kepemimpinan
d.      Mengetahui Leader versus manager
e.       Mengetahui peran pemimpin

B.  PEMBAHASAN
1.    Pengertian Kekuasaan, Sumber Kekuasaan, Strategi Kekuasaan, dan Taktik Kekuasaan
a.       Pengertian Kekuasaan
Kekuasaan sering kali diberikan sebuah gambaran positif atau negatif tergantung cara memandang seseorang dengan kekuasaan. Ahli yang mempergunakan istilah kekuasaan pertama kali adalah Max Weber.[1] Menurut Max Weber, Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan-kemauannya sendiri dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tindakan perlawanan orang-orang atau golongan-golongan tertentu.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian.[2]
b.      Sumber Kekuasaan
Menurut French dan Raven (1959), diambil dari Mitfah Thoha (2012), membagi sumber kekuasaan dan bentuk kekuasaan menjadi lima sumber kekuasaan, yaitu: Kekuasaan paksaan (coercive power), kekuasaan keahlian (experience power), kekuasaan legitimasi (legitimate power) kekuasaan referensi (reference power), dan kekuasaan penghargaan (reward power).
Menurut Raven dan Kruglan (1975), diambil dari Mitfah Thoha (2012), menambahkan sumber dan bentuk kekuasaan yang keenam, yaitu: Kekuasaan informasi (information power).
Dan Menurut Hersey dan Goldmith (1979), diambil dari Mitfah Thoha (2012), menambahkan sumber dan bentuk kekuasaan yang ketujuh, yaitu : Kekuasaan hubungan (connection power).
Kekuasaan paksaan (coercive power), kekuasaan yang berdasarkan rasa takut, sehingga sumber kekuasaan ini diperoleh berdasarkan sumber pengaruh yang menimbulkan rasa ketakutan, pemimpin yang mempunyai kekuasaan jenis ini selalu menggunakan hukuman (punishment). Dalam kehidupan seorang pemimpin yang memiliki kekuasaan paksaan selalu dapat dilihat dengan menggunakan kekerasan fisik.
Kekuasaan keahlian (experience power), kekuasaan ini bersumber dari keahlian atau kecakapan serta pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang diwujudkan dalam bentuk rasa hormat, dan pengaruhnya kepada orang lain.
Kekuasaan legitimasi (legitimate power), kekuasaan ini bersumber pada jabatan yang dipegang oleh pemimpin. Secara normal, semakin tinggi posisi seorang pemimpin, maka semakin besar kekuasaan legitimasinya. Seorang pemimpin yang tinggi legitimasinya cenderung untuk mempengaruhi orang lain.
Kekuasaan referensi (reference power), kekuasaan ini bersumber dari sifat-sifat pribadi dari seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan referensinya pada umumnya disenangi dan dikagumi oleh orang lain karena kepribadian kekuasaan referensi ini. Kekuasaan penghargaan (reward power), kekuasaan ini bersumber atas kemampuan untuk menyediakan penghargaan atau penghargaan jasa, hadiah bagi orang lain, seperti gaji, promosi, dan bonus.
Kekuasaan informasi (information power), kekuasaan ini bersumber karena adanya dampak informasi yang dimiliki oleh pemimpin, kekuasaan yang bersumber pada usaha mempengaruhi orang lain karena mereka membutuhkan informasi yang ada pada pemimpin mereka, maka kekuasaan ini digolongkan dengan kekuasaan informasi.
Kekuasaan hubungan (connection power), kekuasaan ini bersumber pada hubungan yang dijalin oleh pemimpin dengan orang-orang penting dan berpengaruh baik di luar maupun di dalam organisasi. Ciri seorang pemimpin yang memiliki kekuasaan hubungan ini adalah cenderung meminta saran-saran dari orang lain dengan tujuan menghilangkan hal-hal yang tidak menyenangkan dari kekuasaan hubungan ini.
c.       Strategi Kekuasaan
1)      TAHAP I :
Atasan dan bawahan saling berupaya menciptakan saling pengaruh mempengaruhi (influence system)
2)      TAHAP II :
Atasan dan bawahan saling berupaya menciptakan rasa ketergantungan (dependency system)
3)      TAHAP III :
Tercipta sistem kepatuhan dan loyalitas (obedience and loyality system)
4)      TAHAP IV :
Jika gagal atau tidak terjadi kepatuhan atau ke tidak loyalitasan, maka dipergunakan otoritas atau kewenangan kekuasaan sebagai bagian perilaku politik
d.      Taktik Kekuasaan
Taktik kekuasaan adalah cara-cara yang ditempuh individu untuk menerjemahkan sumber kekuasaan menjadi tindakan yang spesifik.
1)      Ketika Manajer mempengaruhi atasan
a)      Penalaran
b)      Koalisi
c)      Persahabatan
d)     Tawar –menawar
e)      Ketegasan
f)       Otoritas atasan
2)      Ketika Manajer mempengaruhi bawahan
a)      Penalaran
b)      Ketegasan
c)      Persahabatan
d)     Koalisi
e)      Tawar –menawar
f)       Otoritas atasan
g)      Sanksi
2.    Pengertian Politik dan Perilaku Politik dalam Budaya Organisasi
a.       Pengertian Politik
Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu: Politikus, yang berarti dari atau yang berkaitan dengan warga negara. Dalam bahasa Inggris disebut politic yang berarti bijaksana, beradab, atau belaka.
Politik pada dasarnya dapat di maknai sebagai: proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
b.      Perilaku Politik dalam Budaya Organisasi
Perilaku politik atau (Inggris: Politic Behaviour) adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik. Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah:
1)      Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat/pemimpin
2)     Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol, mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau Islam lembaga swadaya masyarakat
3)     Ikut serta dalam pesta politik
4)     Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas
5)     Berhak untuk menjadi pimpinan politik
6)     Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku.
Para pakar mendefinisikan bahwa Budaya Organisasi ialah  common  understanding (kebersamaan pengertian) para anggotanya untuk  berperilaku sama, baik di luar maupun di dalam organisasinya.
Ouchi (1981): Budaya organisasi adalah: “a set of symbols, ceremonies, and myths that communicate the underlying values  and beliefs of that organization to its employees” (seperangkat nilai-nilai, dan mitos yang mengkomunikasikan landasan nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan kepada para karyawannya.
Miller (1984): Budaya organisasi  adalah: “a  set  of  primary values  systems consisting of eight principles, namely of purpose, of consensus, of excellence, of performance, of empirism, of unity, of intimacy, and of integrity, as norms or guidance for the corporate members in their behavior and solve corporate problems”  (seperangkat  sistem 107 nilai-nilai primer yang terdiri atas delapan  asas, yaitu asas  tujuan, konsensus, keunggulan, prestasi, empirisme, kesatuan, keakraban, dan integritas, sebagai norma atau pedoman bagi para anggota korporat dalam perilaku mereka dan memecahkan masalah-masalah korporat)”.
Disimpulkan dari berbagai pengertian budaya organisasi di atas  adalah seperangkat asumsi, nilai dan norma yang dikembangkan dalam  organisasi dan telah menjadi perilaku para anggota organisasi di dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di dalam maupun di luar organisasi.[3]
1)      Salah Satu Faktor Perilaku Politik
Tidak semua kelompok atau organisasi secara politis sama. Dalam beberapa organisasi, misalnya permainan politik terjadi secara terang-terangan dan merajalela. Dalam organisasi lain politik memainkan peran kecil dalam mempengaruhi hasil riset dan pengamatan baru-baru ini mengidentifikasi sejumlah faktor yang tampaknya mendorong perilaku Politik ada yang merupakan karakteristik individu. Yang berasal dari ciri  untuk orang-orang yang di pekerjakan oleh organisasi itu. Yang lain adalah hasil dari budaya atau lingkungan internal organisasi.
2)      Pandangan Negatif tentang Politik Organisasi
a)      perilaku mementingkan diri sendiri tanpa sanksi
b)      pemicu konflik dan tidak harmonisan pada level individual dan organisasi
c)      pemicu lingkungan kerja yang keras dan tidak nyaman
d)     pemicu stres
e)      pemicu sikap negatif terutama pada karyawan level bawah
f)       pemicu keengganan karyawan terlibat dalam lingkungan yang keras dan terpolitisasi
3)      Contoh Kasus Organisasi Politik
Contoh konflik dari organisasi politik yang sering kita jumpai yaitu saat kampanye pemilihan wali kota, gubernur ataupun presiden. Ada 2 konflik di dalam hal ini yang kita jumpai yaitu konflik langsung ataupun tidak langsung.
a)      Konflik langsung yang terjadi antara lain terjadinya kerusuhan antara 2 kubu organisasi politik tersebut saat terjadinya kampanye langsung di lapangan. Bentrokan terjadi diakibatkan sejumlah provokasi dari antara kubu-kubu organisasi politik tersebut. Contohnya:
Di era Orde Baru, bentrokan fisik antar massa pendukung partai juga terjadi. Meski kontrol aparat keamanan sangat ketat waktu itu, tapi kekerasan politik antar massa pendukung partai, juga sulit dihindari. Pada pemilu 1992 misalnya, di Yogyakarta terjadi aksi pengusungan keranda jenazah, sebagai protes ”matinya demokrasi.” Peristiwa ini dipicu oleh perlakuan yang diskriminatif terhadap PDI dan PPP. Golkar yang didukung pemerintah dan aparat keamanan, diperbolehkan melakukan kampanye dengan pawai alegoris dan konvoi kendaraan bermotor. Tetapi pada giliran PDI berkampanye, secara mendadak dilarang menggunakan kendaraan bermotor. Termasuk kerusuhan di Jakarta yang dikenal dengan peristiwa Lapangan Banteng (1982).
b)      Konflik tidak langsung yang terjadi antara lain adanya kampanye hitam atau biasa disebut black campaign.
Istilah kampanye hitam adalah terjemahan dari bahasa Inggris black campagne yang bermakna berkampanye dengan cara buruk atau jahat. Buruk atau jahat dalam pengertian merugikan orang lain atau lawan politik atau partai politik (parpol) lain, sedangkan si empunya kampanye hitam itu berharap dirinya atau partainya mendapatkan keuntungan. Ibarat peribahasa : mengeruhkan air, berharap ikan muncul.
Secara umum bentuk kampanye hitam adalah menyebarkan keburukan atau kejelekan seorang politikus dengan tujuan :
Menjatuhkan nama baik seorang politikus sehingga dia menjadi tidak disenangi teman-teman separtainya, khalayak pendukungnya dan masyarakat umum. Apabila teman-teman separtai tidak menyenanginya, maka bisa berakibat yang bersangkutan dikeluarkan dari partainya dan ini berarti karier politiknya di partai tersebut hancur. Bahkan mungkin sulit untuk diterima di partai yang lain. Apabila khalayak pendukung atau masyarakat luas tidak menyenanginya, maka diharapkan yang bersangkutan gagal terpilih dalam sebuah pencalonan.
Menjatuhkan nama baik seorang politikus dengan tujuan menjatuhkan nama baik parpol tempat si politikus yang berkarier, yang berefek kepada politikus-politikus lain di parpol tersebut atau bahkan sekaligus menggagalkan calon presiden yang didukung parpol tersebut (efek domino).
3.    Pengertian Kepemimpinan, Teori-teori Kepemimpinan dan Tipologi Kepemimpinan.
a.       Pengertian Kepemimpinan 
Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi  prestasi  organisasi  karena  kepemimpinan merupakan  aktivitas  yang  utama  dengan  mana  tujuan  organisasi dapat  dicapai.  Pada  umumnya  kepemimpinan  di definisikan sebagai  suatu  proses  mempengaruhi  aktivitas  dari  individu  atau kelompok  untuk  mencapai  tujuan  dalam  situasi  tertentu.  Dari definisi  ini  nampak  bahwa  kepemimpinan  adalah  suatu  proses, bukan orang.
Banyak  definisi  tentang  kepemimpinan  (Leadership),  namun pada  intinya  kepemimpinan  ialah  mempengaruhi  orang  lain  untuk melakukan perbuatan ke arah yang dikehendaki. [4]
Definisi kepemimpinan menurut para ahli. D.E. McFarland (1978) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses di mana pimpinan dilukiskan akan memberi perintah atau pengaruh, bimbingan atau proses memengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. J.M. Pfiffner (1980) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah seni mengorganisasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Oteng Sutisna (1983) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mengambil inisiatif dalam situasi sosial untuk menciptakan bentuk prosedur baru, merancang dan mengatur perbuatan, dan dengan berbuat begitu membangkitkan kerja sama ke arah tercapainya tujuan.[5]
Terry dan Rue (1985) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seorang pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama secara sadar dalam hubungan tegas yang diinginkan.
Kepemimpinan menurut Hughes, et al. (2002) berkenaan dengan keberanian mengambil risiko dengan perhitungan yang matang, dinamika, kreativitas, inovasi, perubahan, dan visi. Selanjutnya ditambah oleh Hughes, et al. (2002) “Leadership is everyone’s business.” (Kepemimpinan adalah urusan semua orang) karena setiap orang pada hakikatnya adalah pemimpin yang kelak diminta pertanggungjawabannya terhadap kepemimpinannya.
Kepemimpinan menurut Yayerbaun dan Sherman (2008). “Leadership art of gaining cooperation from people in order to accomplish something.” (Kepemimpinan adalah tindakan mendapatkan kerja sama dari orang untuk mencapai sesuatu). Definisi menurut Yayerbaun dan Sherman (2008) tersebut menyamakan definisi kepemimpinan dengan definisi organisasi karena definisi organisasi mengandung: (1) ada orang; (2) ada kerja sama; (3) ada tujuan yang ingin dicapai; (4) ada cara mencapainya, yaitu efektif dan efisien. Kelemahan menurut Yayerbaun dan Sherman (2008) adalah tidak adanya cara mencapai sesuatu, yaitu efektif dan efisien.
Semua definisi kepemimpinan di atas memiliki kesamaan makna. Perbedaan definisi hanyalah terletak pada penulisan redaksionalnya saja. Dari definisi kepemimpinan dia atas dapat disimpulkan bahwa, kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.[6]
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi perubahan perilaku orang lain, baik langsung maupun tidak langsung.[7]
Berdasarkan definisi di atas kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, yaitu :
1)     Kepemimpinan berarti harus melibatkan pihak lain, yaitu yang meliputi karyawan dan bawahan (Followers).
2)     Seseorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan.
3)     Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri, sikap bertanggung jawab yang tulus, pengetahuan, keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan, kepercayaan kepada diri sendiri dan orang lain, dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain dalam membangun organisasi.
b.      Teori-Teori Kepemimpinan[8]
Teori kepemimpinan adalah Kepemimpinan atau Leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002).
1)      Teori Sifat (The Traitist Theory of Leadership)
Teori ini mengemukakan bahwa untuk menemukan sifat-sifat kepemimpinan yang baik, perlu diteliti secara induktif, mengamati mereka yang diakui sebagai pemimpin yang berhasil dan menyebutkan sifat-sifat (traits) yang dimilikinya masing-masing. Sifat-sifat yang selalu dimiliki para pemimpin tersebut dianggap sebagai ukuran penting dan satu daftar sifat diajukan sebagai syarat-syarat untuk menemukan potensi kepemimpinan seorang pemimpin.
Para ahli manajemen yang menganut teori sifat ini antara lain E.E. Ghizeli, Thomas W. Harrell, Keit Davis, dan George R. Terry
2)      Teori  Perilaku.
Selama  tahun 1950an,  ketidakpuasan  dengan pendekatan  teori  sifat  dengan  kepemimpinan  mendorong ilmuan  perilaku  untuk  memusatkan  perhatiannya  pada perilaku  pemimpin  tentang  apa  yang  diperbuat  dan bagaimana  ia  melakukannya.  Dasar  dari  pendekatan  gaya kepemimpinan  diyakini  bahwa  pemimpin  yang  efektif menggunakan  gaya    (style) tertentu  mengarahkan  individu atau  kelompok  untuk  mencapai  tujuan  tertentu.  Berbeda dengan  teori  sifat,  pendekatan  perilaku  dipusatkan  pada efektivitas  pemimpin,  bukan  pada  penampilan  dari pemimpin  tersebut.  Teori  perilaku  menekankan  pada  dua gaya  kepemimpinan  yaitu  gaya  kepemimpinan  berorientasi  tugas  (task  orientation)  dan orientasi  pada  karyawan  (employ orientation).  Orientasi  tugas  adalah  perilaku  pimpinan  yang menekankan  bahwa  tugas-tugas  dilaksanakan  dengan  baik dengan  cara  mengarahkan  dan  mengendalikan  secara  ketat bawahannya.  Orientasi  Karyawan  adalah  perilaku  pimpinan yang  menekankan  pada  memberikan  motivasi  kepada bawahan  dalam  melaksanakan  tugasnya  dengan  melibatkan
bawahan  dalam  proses  pengambilan  keputusan  yang berkaitan  dengan  tugasnya,  dan  mengembangkan  hubungan yang  bersahabat  saling  percaya  mempercayai  dan  saling menghormati di antara anggota kelompok.
3)      Teori Kepemimpinan Situasional (The Situational Theory of Leadership)
Dalam Teori Kepemimpinan Situasional (The Situational Theory of Leadership) ini, kepemimpinan dipengaruhi oleh keadaan pemimpin, pengikut, organisasi, dan lingkungan sosial (ekonomi, kebudayaan, agama, moral, dan politik).
Ahli manajemen yang menganut teori sifat ini, yaitu Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard.
4)      Teori  Keatribusian.
Menurut  model  ini,  bahwa  pemimpin pada  dasarnya  adalah  pengolah  informasi.  Dengan  demikian pemimpin akan mencari berbagai informasi tentang mengapa sesuatu  itu  terjadi,  dan  mencoba  mencari  penyebabnya  yang akan dipergunakan sebagai pedoman perilaku pemimpin
c.       Tipologi Kepemimpinan
Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian,1997).
1)      Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2)      Tipe Militeristis
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3)      Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut: menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4)      Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
5)      Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerja sama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
4.    Leader Versus Manager
Leader adalah seorang pemimpin yang mempunyai sifat sifat pemimpin atau personality atau authority (berwibawa). Leader juga sangat disegani oleh bawahannya atau lebihnya oleh karyawan.  Pemimpin (Leader) dapat memimpin organisasi formal maupun informal, dan menjadi panutan bagi bawahan (pengikut)-nya.  Biasanya tipe kepemimpinannya adalah “partisipatif Leader” dan falsafah kepemimpinannya adalah “pimpinan untuk bawahan”. Pemimpin merupakan salah satu inti sari manajemen, sumber daya pokok, dan titik sentral dari setiap aktivitas yang terjadi dalam suatu perusahaan. Pemimpin adalah seorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Manajer adalah seorang pemimpin yang dalam praktik kepemimpinannya hanya berdasarkan “kekuasaan atau authority formalnya”. Di dalam ini stafnya atau karyawannya banyak yang takut dengan hukuman Manajer tersebut, dikarenakan tekanan oleh Manajer. Dan Manajer hanya bisa memimpin dengan cara formal saja. Manajer adalah seseorang yang mencapai tujuannya melalui kegiatan-kegiatan orang lain.[9]

Dalam Manajer dan Leader ada 3 ciri perbedaan yang sangat jelas.
yakni:

a.       Leader yang hanya melakukan inovasi, sedangkan Manajer mengelola.
bisa kita pahami bahwa Leader harus mempunyai pemikiran baru, ide baru, gagasan baru untuk memajukan organisasi yang ia pimpin. Lalu Manajer bisa mempertahankan atau bagaimana cara mengelola ide tersebut, menetapkan apa yang diputuskan.
b.      Leader menginspirasi dan kalau Manajer mengontrol. Seorang pemimpin harus bisa menginspirasi bawahan agar bisa menjadi lebih baik, bisa mengatasi dan membuat orang lain semangat kembali melakukan tugas yang sudah ditetapkan oleh pemimpin. Manajer Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda, dalam contoh kita menginspirasi mereka atau orang lain, jikalau dalam kita mengkoordinasi orang lain masih belum ada yang mau mengikuti kita, bahwasanya kita belum bisa mengkoordinir orang lain. Jikalau sukses itulah seorang awal kepemimpinan kita. Manajer adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, kita harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta apa tujuannya.
c.       Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan Manajer bertanya “how”. Pemimpin harus menanyakan “apa” dan “mengapa” dalam artian pemimpin bisa mengetahui kondisi perusahaan.  Contoh: jika perusahaan kita mengalami kegagalan, pekerjaan Leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita dapat pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan  ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?” Sebaliknya, Manajer tidak terlalu berpikir tentang apa artinya kegagalan. Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan orang lain. melaksanakan rencana yang sesuai. dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini
5.    Peran Pemimpin
Pada dasarnya, pemimpin memotivasikan dan membimbing perilaku anggotanya bukan pemimpin untuk memengaruhi rencana itu dan menyelesaikan pekerjaan yang dikehendaki itu.[10]
Pemimpin itu haruslah mampu untuk menggunakan kecakapan untuk mengajar secara yang menguntungkan melalui mengilhami, mendemonstrasikan, membetulkan dan menunjukkan dengan contoh-contoh.[11]
Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah:
a.           Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
b.          Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
c.           Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator

C.  KESIMPULAN
Berdasarkan uraian sebelumnya, Penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1.      Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian.
2.      Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu: Politikus, yang berarti dari atau yang berkaitan dengan warga negara. Dalam bahasa Inggris disebut politic yang berarti bijaksana, beradab, atau belaka
3.      Budaya  organisasi  adalah  seperangkat  asumsi,  nilai  dan  norma  yang dikembangkan  dalam  organisasi  dan  telah  menjadi  perilaku para anggota organisasi di dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di dalam maupun di luar organisasi.
4.      Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi perubahan perilaku orang lain, baik langsung maupun tidak langsung.
5.      Leader adalah seorang pemimpin yang mempunyai sifat sifat pemimpin atau personality atau authority (berwibawa).
6.      Manajer adalah seorang pemimpin yang dalam praktik kepemimpinannya hanya berdasarkan “kekuasaan atau authority formalnya”.



DAFTAR RUJUKAN
Danin, Sudarwan. 2006. Visi Baru Manajemen Sekolah. PT Bumi Aksara: Jakarta.
H. Malayu. 2001. Manajemen (Dasar, Pengertian, dan Masalah). Bumi Aksara: Jakarta.
Handoko, Hani. 2015. Manajemen, BPFE-YOGYAKARTA: Yogyakarta.
Herlambang, Susatyo. 2014. Perilaku Organisasi (Cara Mudah Mempelajari Perilaku Manusia dalam Sebuah Organisasi). Gosyen Publishing: Yogyakarta.
R. Terry & W, Rue. 2014. George R. Terry & Leslie W. Rue. Dasar-Dasar Manajemen. PT Bumi Aksara: Jakarta.
Tahir, Arifin. 2014. Perilaku Organisasi. DEEPUBLISH (Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA): Yogyakarta.
Usman, Husaini. 2013. Manajemen (Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan). Edisi 4, PT. Bumi Aksara: Yogyakarta.
Mukhtasyarzulfajri. https://mukhtasyarzulfajri.wordpress.com/2014/04/27/teori-organisasi-politik/. (27, April 2014).
Ryo Farrell Silfa. Pengertian Kepemimpinan, Teori-Teori Kepemimpinan, Tipe/Jenis Kepemimpinan. http://tugasfarrell.blogspot.com/. (02 November 2012).
Ipanwicaksono. Tipologi Kepemimpinan. https://ipanwicaksono.wordpress.com/tag/tipologi-kepemimpinan/. (15 May 2014) .
Mukadimah. Peran Pemimpin. https://saripedia.wordpress.com/tag/peran-pemimpin/. (16 July 2011)


[1] Susatyo Herlambang, Perilaku Organisasi (Cara Mudah Mempelajari Perilakuku Manusia dalam Sebuah Organisasi), Yogyakarta: Gosyen Publishing, 2014, hlm. 108.
[2] T. Hani Handoko, Manajemen, edisi 2, Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA, 2015, hlm. 212.
[3] Arifin Tahir, Perilaku Organisasi, Yogyakarta: DEEPUBLISH, 2014, hlm. 106-108.
[4] Ibid., hlm. 67.
[5] Sudarwan Danin, Visi Baru Manajemen Sekolah, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006, hlm. 204.
[6] Husaini Usman, Manajemen (Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan), edisi 4, Yogyakarta : PT. Bumi Aksara, 2013, hlm. 311.
[7] Susatyo Herlambang, Op.cit., hlm. 93.
[8]  H. Malayu, Manajemen (Dasar, Pengertian, dan Masalah), Jakarta: Bumi Aksara, 2001, hlm. 203.
[9] Ibid., hlm. 42-43.
[10] George R. Terry & Leslie W. Rue. Dasar-Dasar Manajemen. (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014), hlm. 193.
[11] Ibid., hlm. 206.


Tags: PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook Share to Pinterest
Fitri Handayani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Next
Newer Post
Previous
Older Post

You may also like

No comments :

Leave a Reply

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
  • Popular
  • Comments

Popular Posts

  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
    STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN Kebijakan publik adalah segala peraturan dan tindakan pemerintah yang disusun serta dilaksanakan untuk ke...
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
    PENGEMBANGAN KURIKULUM Sebenarnya yang berkembang adalah diri yang menjadi sasaran kurikulum SDM adalah ruh Kurikulum = menu Definis...
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH)
    PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH) Perencanaan ( Planning ) -> ada persiapan Keinginan -           Tidak ada persiapan ...
  • STUDI FIQIH
    Studi Fiqih Fiqih -           Furu’ (cabang) -           Pendapat (berubah-ubah). Contoh: aneka ragam macam sholat. -           Agar...
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ·          Informasi lebih penting dari pada sistem. Jika sudah mendapat informasi tidak perlu sistem. Sist...
  • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
    METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN Metodologi Metodologi berasal dari Bahasa Yunani “metodos” dan “logos” terdiri dari dua suku kata, ya...

About Me

Fitri Handayani
View my complete profile

Labels

ADMINISTRASI KEUANGAN ( 1 ) AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK ( 1 ) APLIKASI ICT ( 1 ) BAHASA INDONESIA ( 1 ) BAHASA INGGRIS I ( 1 ) BAHASA INGGRIS II ( 1 ) BIMBINGAN DAN KONSELING ( 1 ) DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( 5 ) DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM ( 3 ) DESAIN KOMUNIKASI VISUAL ( 1 ) DONWLOAD NOVEL ( 3 ) DOWNLOAD ( 11 ) DOWNLOAD EBOOKS ( 3 ) DOWNLOAD MAKALAH ( 5 ) EVALUASI PEMBELAJARAN ( 1 ) FILSAFAT ILMU ( 1 ) ILMU ALAMIAH DASAR ( 1 ) INOVASI PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MAGANG I ( 1 ) MAGANG II ( 1 ) MANAJAJEMEN DIKLAT ( 1 ) MANAJEMEN HUMAS ( 1 ) MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN ( 1 ) MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MANAJEMEN STRATEGIK ( 1 ) MATA KULIAH ( 5 ) METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN ( 1 ) PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN ( 6 ) PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( 2 ) PENGEMBANGAN KURIKULUM ( 1 ) PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN ( 1 ) PERENCANAAN PEMBELAJARAN ( 1 ) PERENCANAAN PENDIDIKAN ( 1 ) PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI ( 3 ) PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ( 1 ) SEJARAH PERADABAN ISLAM ( 3 ) SEMINAR NASIONAL ( 1 ) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ( 1 ) STATISTIKA PENDIDIKAN ( 1 ) STRATEGI PEMBELAJARAN ( 1 ) STUDI FIQIH ( 1 ) STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ( 1 ) STUDY AL-QURAN DAN HADITS ( 1 ) SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) TEKNOLOGI ( 1 ) TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN ( 1 ) TEOSOFI ( 1 ) TIPS & TRIKS ( 1 )

Instagram

  • Home

Labels

  • ADMINISTRASI KEUANGAN
  • AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
  • APLIKASI ICT
  • BAHASA INDONESIA
  • BAHASA INGGRIS I
  • BAHASA INGGRIS II
  • BIMBINGAN DAN KONSELING
  • DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
  • DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM
  • DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
  • DONWLOAD NOVEL
  • DOWNLOAD
  • DOWNLOAD EBOOKS
  • DOWNLOAD MAKALAH
  • EVALUASI PEMBELAJARAN
  • FILSAFAT ILMU
  • ILMU ALAMIAH DASAR
  • INOVASI PENDIDIKAN ISLAM
  • KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
  • MAGANG I
  • MAGANG II
  • MANAJAJEMEN DIKLAT
  • MANAJEMEN HUMAS
  • MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
  • MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
  • MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN ISLAM
  • MANAJEMEN STRATEGIK
  • MATA KULIAH
  • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
  • PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
  • PERENCANAAN PEMBELAJARAN
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN
  • PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI
  • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
  • SEJARAH PERADABAN ISLAM
  • SEMINAR NASIONAL
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
  • STATISTIKA PENDIDIKAN
  • STRATEGI PEMBELAJARAN
  • STUDI FIQIH
  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
  • STUDY AL-QURAN DAN HADITS
  • SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM
  • TEKNOLOGI
  • TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
  • TEOSOFI
  • TIPS & TRIKS

Popular Posts

  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
    STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN Kebijakan publik adalah segala peraturan dan tindakan pemerintah yang disusun serta dilaksanakan untuk ke...
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
    PENGEMBANGAN KURIKULUM Sebenarnya yang berkembang adalah diri yang menjadi sasaran kurikulum SDM adalah ruh Kurikulum = menu Definis...
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH)
    PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH) Perencanaan ( Planning ) -> ada persiapan Keinginan -           Tidak ada persiapan ...
  • STUDI FIQIH
    Studi Fiqih Fiqih -           Furu’ (cabang) -           Pendapat (berubah-ubah). Contoh: aneka ragam macam sholat. -           Agar...

Blog Archive

  • ►  2018 ( 9 )
    • ►  February ( 9 )
  • ▼  2017 ( 68 )
    • ►  November ( 12 )
    • ▼  October ( 54 )
      • PENELITIAN TINDAKAN KELAS
      • MILEA SUARA DARI DILAN
      • DILAN Bagian Kedua (Pidi Baiq)
      • DILAN 1 (shabrinabachtiar)
      • PERENCANAAN PEMBELAJARAN
      • STRUCTURE OF ON ARTICLE
      • DESAIN LOGO
      • BIMBINGAN DAN KONSELING
      • PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
      • MANAJEMEN HUMAS
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 5
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 4
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 3
      • DOWNLOAD MAKALAH SEMESTER 2
      • DOWNLOAD MAKALAH SEMESTER 1
      • PENGEMBANGAN KURIKULUM
      • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
      • STUDI FIQIH
      • STRATEGI PEMBELAJARAN
      • PENYAJIAN DATA
      • MANAJEMEN STRATEGIK
      • TYPES OF GENRE
      • ADMINISTRASI KEUANGAN
      • SEJARAH BAHASA INDONESIA
      • DOWNLOAD EBOOKS SMA/MA KELAS 10
      • DOWNLOAD EBOOKS SMP/MTs KELAS 7
      • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
      • SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
      • TIPS & TRIKS
      • EKOLOGI DAN EKOSISTEM
      • TEKNOLOGI
      • DOWNLOAD EBOOKS PT
      • DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
      • SEMESTER 5
      • SEMESTER 4
      • SEMESTER 3
      • SEMESTER 2
      • SEMESTER 1
      • TEOLOFI, TASAWUF, FILSAFAT
      • METODOLOGI TAFSIR (PARADIGMA, PENDIDIKAN, DAN METODE)
      • LAPORAN OBSERVASI MAGANG I DI PONDOK PESANTREN ANW...
      • SMART ISLAMIC EDUCATION LEADERSHIP IN GLOBAL AREA
      • NILAI-NILAI ILMU
      • KEPEMIMPINAN DALAM SUPERVISI PENDIDIKAN
      • PENGELOLAAN DIKLAT
      • ASAS, UNSUR, FAKTOR DAN OBJEK PENDIDIKAN ISLAM
      • STAFFING, PIMPINAN DAN KEPEMIMPINAN LPI
      • SELEKSI DAN ORIENTASI SUMBER DAYA MANUSIA
      • KEKUASAAN, POLITIK, DAN KEPEMIMPINAN
      • BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
      • PROFIL NABI: DEFINISI DAN MACAM-MACAMNYA
      • INOVASI TENTANG PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASI...
      • KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN YANG TRANFORMASIONAL
      • KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL
    • ►  September ( 2 )

Copyright ©

Blogger Templates
POHON ILMU . All Rights Reserved.