• MATA KULIAH
    • SEMESTER 1
      • Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
      • Dasar-Dasar Pendidikan Islam
      • Ilmu Alamiah Dasar
      • Pancasila dan Kewarganegaraan
      • Perilaku dan Budaya Organisasi
      • Psikologi Perkembangan
      • Sejarah Peradaban Islam
    • SEMESTER 2
      • Bahasa Indonesia
      • Inovasi Pendidikan Islam
      • Kepemimpinan Pendidikan Islam
      • Manajemen Pendidikan Islam
      • Manajemen SDM Pendidikan Islam
      • Teori Belajar dan Pembelajaran
    • SEMESTER 3
      • Administrasi Keuangan
      • Bahasa Inggris I
      • Filsafat Ilmu
      • Magang I
      • Manajemen Diklat
      • Manajemen Strategik
      • Statistika Pendidikan
      • Strategi Pembelajaran
      • Studi Fiqih
      • Supervisi Pendidikan Islam
    • SEMESTER 4
      • Aplikasi ICT
      • Bahasa Inggris II
      • Bimbingan Konseling
      • Manajemen HUMAS
      • Metodologi Penelitian Kependidikan
      • Pengembangan Kurikulum
      • Pengembangan Sumber dan Media Pembelajaran
      • Perencanaan Pembelajaran
      • Studi Al-Quran dan Hadits
      • Teosofi
    • SEMESTER 5
      • Akuntansi Sektor Pendidikan
      • Desain Komunikasi Visual
      • Evaluasi Pembelajaran
      • Magang II
      • Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
      • Penelitian Tindakan Kelas
      • Perencanaan Pendidikan
      • Sistem Informasi Manajemen
      • Studi Kebijakan Pendidikan
  • DOWNLOAD
    • EBOOKS
      • SMP/MTs
      • SMA/MA
      • PT
    • MAKALAH
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
      • Semester 5
    • NOVEL
    • PPT
  • TEKNOLOGI
  • LAINNYA
    • SEMINAR
    • WORKSHOP
    • KULIAH TAMU
    • PENELITIAN

POHON ILMU

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN YANG TRANFORMASIONAL

Wednesday, October 4, 2017 0 Fitri Handayani

BAB I

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam suatu organisasi ada dua pola kepemimpinan yaitu kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan transformasional. Kedua gaya kepemimpinan ini sangat penting dan dinutuhkan dalam organisasi. Kepemimpinan transaksional dibutuhkan untuk memberikan arahan, dan menjelaskan perilaku yang diharapkan. Sementara itu organisasi juga membutuhkan visi dan dorongan yang dibentuk oleh kepemimpinan transformasional. Namun demikian menurut Bass bahwa dalam satu untuk kepemimpinan diyakini dapat mengimbangi pola pikir dalam refleksi paradigma baru dalam arus globalisasi dirumuskan sebagai kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional digambarkan sebagai gaya kepemimpinan yang dapat membangkitkan atau memotivasi karyawan, sehingga dapat berkembang dan mencapai kinerja pada tingkat tinggi, melebihi dari apa yang mereka perkirakan sebelumnya. Selain itu, gaya kepemimpinan transformasional dianggap efektif dalam situasi dan budaya apa pun.
Sedangkan menurut Robbins kepemimpinan transformasional itu dimiliki oleh seorang pemimpin yang mencurahkan perhatiannya pada persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pengikutnya dengan cara memberikan semangat dan dorongan untuk mencapai tujuannya. Kepemimpinan transformasional inilah yang sungguh-sungguh diartikan sebagai kepemimpin sejati karena kepemimpinan ini sungguh bekerja menuju sasaran pada tindakan mengarahkan organisasi kepada suatu tujuan yang tidak pernah diraih sebelumnya. Secara lebih jelas Robbins menambahkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional yaitu seorang pemimpin yang menstimulasi dan menginspirasi (transformasi) bawahan untuk mencapai hasil yang luar biasa.
Dengan demikian esensi dari kepemimpinan transformasional menunjukkan bahwa seorang pemimpin akan menyebabkan pengikutnya melakukan sesuatu yang lebih dari yang diharapkan, dan percaya bahwa pemimpinanya tidak akan mengambil keuntungn dari mereka. Pengikut yang memiliki kepercayaan yang lebih akan memberikan sesuai dengan apa yang seharusnya, sehingga standar kerja yang diharapkan dapat tercapai.
1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini, antara lain:
1.      Apakah pengertian dari Kepemimpinan Pendidikan Transformasional
2.      Bagaimanakah Konsep Kepemimpinan Pendidikan Transformasional?
3.      Bagaimanakah Perilaku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional?
4.      Bagaimanakah perilaku kepemimpinan  transformasional dalam pandangan Islam?
5.      Bagaimanakah Kepribadian Kepemimpinan Pendidikan Transformasional?
6.      Bagaimanakah media perilaku kepemimpinan pendidikan Transformasional?
1.3  Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut:
1.      Memahami Makna Kepemimpinan Pendidikan Transformasional.
2.      Memahami Konsep Kepemimpinan Pendidikan Transformsasional.
3.      Memahami Perilaku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional.
4.      Memahami Perilaku kepemimpinan  Transformasional dalam pandangan Islam.
5.      Memahami Kepribadian Kepemimpinan Pendidikan Transformasional.
6.      Mengetahui media perilaku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional.


BAB II

PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Kepemimpinan Pendidikan Transformasional
Dalam dunia pendidikan kita akan menemui beberapa hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, karena suatu lembaga pendidikan tidak akan bisa mencapai tujuan yang diharapkan tanpa adanya asas kepemimpinan yang mendasari suatu lembaga pendidikan. Namun dalam praktIiknya kepemimpinan pendidikan memiliki macam-macam gaya, salah satunya adalah kepemimpinan pendidikan  yang bersifat transformasional.
Istilah kepemimpinan transformasional terdiri atas dua suku kata, yaitu kepemimpinan (leadership) dan transformasional (transformation), adapun istilah transformasional berinduk dari kata to trasform yang bermakna mentransformasikan atau mengubah sesuatu menjadi bentuk lain yang berbeda. Misalnya mentransformasikan visi menjadi realita, abstrak menjadi konkret, panas menjadi energi, potensi menjadi aktual, dan lain-lain. Transformasional karenanya mengandung makna sifat-sifat yang dapat mengubah sesuatu menjadi bentuk lain.[1]
Kepemimpinan pendidikan transformasional didefinisikan sebagai gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan pemberian kesempatan, dan mendorong semua unsur yang ada dalam lembaga pendidikan untuk bekerja  atas dasar nilai (value system) yang luhur. Sehingga, semua unsur yang ada pada lembaga pendidikan bersedia, tanpa paksaan, berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal suatu lembaga pendidikan.[2] Bentuk kepemimpinan yang diperkenalkan oleh Burn pada tahun 1978 mengemukakan kembali seiring dengan perubahan yang cepat, dan kompleks dalam kehidupan manusia.[3]
Namun ada beberapa yang mengemukakan pendapatnya tentang kepemimpinan transformasional, bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses saling menguatkan di antara para pemimpin dan pengikut ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi.[4] Bukan hanya langsung dari atas ke bawah (top-down), namun juga dapat diamati secara tidak langsung, dari bawah ke atas (bottom up), dan secara horizontal. Pemimpin di sini bukan hanya mereka yang berada pada level manajerial tertinggi dalam organisasi, tetapi mereka juga yang berada pada level formal dan informal, tanpa memperhatikan posisi atau jabatan mereka.
Dalam sumber lain mengemukakan kepemimpinan pendidikan transformasional merupakan sebagai pengaruh atasan terhadap bawahan  sehingga para bawahan merasakan adanya kepercayaan, kebanggaan, loyalitas serta rasa hormat kepada atasan, dan mereka termotivasi untuk melebihi apa yang diharapkan. Sekaligus harus bisa mengartikan dengan jelas mengenai sebuah visi untuk organisasi, sehingga para pengikutnya akan menerima kredibilitas pemimpin tersebut, termasuk guru untuk mendahulukan kepentingan organisasi sekolah.[5]
2.2  Konsep Kepemimpinan Pendidikan Transformasional
Kepemimpinan adalah proses perilaku untuk memenangkan hati, pikiran, emosi dan perilaku orang lain untuk berkontribusi terhadap terwujudnya visi. Namun, pada umumnya definisi tentang kepemimpinan akan selalu dikaitkan dengan perilaku mempengaruhi orang lain, misalnya kepemimpinan adalah proses di mana seseorang atau sekelompok orang (tim) memainkan pengaruh atas orang lain (tim) lain, menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan aktivitas mereka untuk mencapai tujuan.[6]
Menciptakan pengaruh adalah inti dari aktivitas kepemimpinan, karena dalam hal ini dapat berupa menggerakkan, mengorganisir dan sebagiannya. Hal yang mempengaruhi kepemimpinan ada banyak hal dan kondisi yang memengaruhi kepemimpinan, yang di mana menjadi pemimpin tidak hanya menguasai teori-teori, namun menjadi pemimpin itu harus juga memilik teknis untuk menjalankan suatu kegiatan dalam kepemimpinannya.
Di sini dijelaskan bahwa faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua:
a.       Faktor kemampuan personal
Adalah kombinasi potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia dan factor pendidikan yang dilalui. Jika seseorang lahir diberi kemampuan dasar kepemimpinan, ia akan lebih hebat jika mendapat perlakuan edukatif dari lingkungan,  jika tidak, dia akan sama dengan individu lain dengan kemampuan standar.[7]
Dalam kepemimpinan, faktor pribadi yang berupa berbagai kompetensi yang dimiliki sangat mempengaruhi proses kepemimpinannya. Dalam hal ini, konsepsi proses kepemimpinan umumnya memusatkan perhatian kepada pribadi pemimpin dengan berbagai kualitas yang dimilikinya. Dalam zaman dulu, seseorang dikatakan memiliki kualitas, jika ia dilahirkan pada keluarga bangsawan “orang besar”[8] yang pada saat sekarang ini sudah tidak relevan lagi. Seseorang pemimpin di era modern didasarkan pada beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain dalam kelompoknya, seperti kecerdasan, tingkat pendidikan, bertanggung jawab, aktivitas, dan partisipasi sosial serta status ekonomi sosial.[9]
b.      Faktor kemampuan jabatan.
Adalah struktur kekuasaan yang dipimpin diduduki oleh seseorang.  Jabatan tidak dapat dihindari terlebih dalam kehidupan modern saat ini, semuanya seakan tersrukturivikasi. Dua orang mempunyai kemampuan yang sama namun, yang satu di antara mereka memiliki jabatan dan mempunyai tingkatan dan pengaruh yang berbeda.
Situasi khusus selalu membutuhkan tipe kepemimpinan yang khusus pula. Seorang pemimpin dalam hal ini harus memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap situasi dan kondisi yang menyertai para bawahannya. Bila tidak, yang akan muncul bukan komitmen (kepatuhan) tetapi resistensi (perlawanan) dari para bawahan akhirnya berakibat pada tidak efektifnya suatu kepemimpinan.[10]
Dengan adanya konsep-konsep kepemimpinan yang sudah ada di atas, maka terbentuklah konsep kepemimpinan pendidikan transformasional, yaitu:
Konsep awal tentang kepemimpinan transformasional ini dikemukakan oleh Burn yang menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses di mana pemimpin dan para bawahannya berusaha untuk mencapai tingkat mencapai tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi.[11] Seseorang pemimpin dikatakan transformasional diukur dari tingkat kepercayaan, kepatuhan, kekaguman, kesetiaan, dan rasa hormat pada pengikutnya. Para pengikut atau karyawan pemimpin transformasional selalu termotivasi untuk melalukan hal yang lebih baik lagi untuk mencapai sasaran organisasi.
Kepemimpinan transformasional ini memiliki keterkaitan dengan kepemimpinan karismatik. Mengapa demikian?, karisma itu sangat pengaruh atau sangat penting dalam organisasi, namun karisma juga tidak cukup dalam menjalankan kepemimpinan transformasional. Dalam hal ini, perbedaan yang paling menonjol adalah para pemimpin transformasional mencoba untuk memberikan kekuasaan sesuai dengan kapasitas kewenangan masing-masing dan memberdayakan bawahan tetapi pada karismatik boleh jadi pemimpin mencoba untuk membuat para pengikutnya tetap lemah agar selalu merasa tergantung patuh padanya.
2.3  Perilaku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional
Dalam sistem kepemimpinan yang diterapkan dalam pendidikan tidak akan lepas dari perilaku seorang pemimpin, demi tercapainya tujuan. Sama halnya dengan kepemimpinan pendidikan transformasional  yang memiliki perilaku dalam pelaksanannya.
Adapun pendapat Bass yang sangat berkaitan langsung dengan perilaku Transformasional Leadership yang sering disebut dengan 4I, yaitu: Idealized influence (charisma), Intellectual stimulation, Individualized consideratio, Inspirational Motivation.[12]
1.      Idealized influence (charisma)         
Pemimpin transformasional adalah orang yang memang mempunyai  kepribadian yang bersih, tulus penyayang bahkan terhadap binatang. Kepribadian bersih, tulus di atas sehingga dia mudah mendapatkan do’a atau harapan baik dari yang lainnya atau bahkan dari Allah SWT. Kepribadian para rasul dan nabi bahwa mereka sebelum mereka diangkat menjadi orang yang dipercaya oleh Allah SWT mereka adalah orang-orang yang mengusahankan dirinya untuk terhindar dari perbuatan yang tidak baik. Demi melengkapi penjelasan diatas maka di bawah inilah perrilaku-perilaku yang dapat ditemui pada Idealized influence (charisma), antara lain:
a.       Mengembangkan dialog dan tukar pikiran dengan para bawahannya
b.      Mampu menjadi panutan bagi para bawahannya.
c.       Membangun percaya diri, berarti self-esteen, dan sense of purpose kepada bawahannya.
2.      Intellectual stimulation
Tugas menyetimulasikan intelektualitas staf/karyawan sangatlah diperlukan, apalagi saat emosi dan intelektualitas organisasi tidak mengarah kepada perkembangan dan perbaikan. Misalnya suatu lembaga berjalan prosedural sebaimana perencanaannya tidak ada kreativitas pengembangan begitupun anggota organisasinya yang hanya berkerja sesuai standar yang telah ditentukan. Maka, pemimpin dapat menyetimulasi intelektualitas karyawannya dengan mengajak untuk tidak berfikir dan bersikap tidak perlu procedural dalam mengusahakan sesuatu untuk mencapai dari visi dan misi.
Pemimpin dapat menyetimulasi intelektualitas karyawannya dengan mengajak untuk berfikir dan bersikap terlalu prosedural dalam mengusahakan sesuatu untuk mencapai dari visi dan misi organisasi. Pemimpin juga juga harus dapat menyetimulasi intelektualitas karyawannya dengan mengajak mereka berimanjinasi, menemukan hal-hal baru dan penyemangat perubahan. Seperti yang dibawah ini:
a.     Mendorong bawahannya untuk selalu mengembangkan akal sehat dan kreatifitas
b.     Mendorong bawahannya untuk ikut dalam proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah
3.      Individualized consideration
Bentuk perilaku ini  merupakan kepemimpinan dengan mendekatkan diri kepada karyawan secara emosi, pemimpin tranformasional selalu beruaha hadir untuk kumpul bersama dengan dosen/guru, karyawan atau mahasiswa, melalui jamaah masjid, kegiatan khatmil quran dan sebagainya.
Pemimpin dapat memberikan perhatian secara individu terhadap karyawan dengan sering mengahadirkan dirinya dalam tiap kesempatan misalnya shalat  jamaah, khatmil qur’an, datang ketempat kerja mereka atau ke rumah, pemimpin dapat memberikan perhatian secara individu terhadap karyawan dengan bertukar pengalaman dengan mereka. Dan pemimpin dapat memberikan perhatian secara individu terhadap karyawannya memberikan kesempatan dan menfasilitasinya untuk studi lanjut. Seperti uraian di bawah ini:   
a.       Menunjukkan perhatian atas kelebihan bawahannya sebagai pribadi
b.      Mendidik, mendorong, peduli, dan membimbing bawahannya dalam suasana konsultatif dan terbuka
4.      Inspirational Motivation
Dalam hal ini ia menjadi pemimpin kesadaran berorganisasi seluruh anggota organisasi, ia mudah mempengaruhi pandangan mereka terlebih dalam keputusan-keputusan penting organisasi. Dengan demikian ia mudah memberikan  motivasi dan inspirasi pada karyawan atau bawahan. Untuk menimbulkan inspirasi dan motivasi bagi karyawan, pemimpin transformasional menjadi orang yang terdepan dalam melakukan sesuatu, dia memulai dirinya sendiri untuk menjadi tauladan bagi bawahannya, dengan jargon “ibda’ binafsik” (memulai dari diri sendiri). Dia juga mempercepat keberhasilan (menghasilkan bukti bukan janji) akan visinya untuk menginspirasi dan memotivasi mereka dalam kegiatan yang ada dalam organisasi menjadikan dirinya tauladan. Pemimpin dapat menginspirasi dan memotivasi karyawannya dengan menjadi pertama dan terdepan dalam melakukan sesuatu yang pantas di tiru. Seperti yang telah dipaparkan diatas tadi, maka dibawah ini merupakan uraian secara rinci tentang perilaku Inspirational Motivation, sebagai berikut:
a.       Membangun kesadaran para bawahannya tentang visi dan misi organisasi
b.      Menggunakan isyarat dalam mengarahkan bawahannya. Mampu menjadi model yang menunjukkan perilaku yang patut diteladani.[13]
2.4  Perilaku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dalam Pandangan Islam
Dalam pandangan Islam kepemimpinan pendidikan transformasional  memiliki pijakan atau dasar yang menggunakan istilah “al-hijrah”  dan “al-jihadu”.[14] Dalam kedua lafadzh ini meiliki korelasi yang kuat, karena kedua lafadzh itu sesuai dengan tujuan dari kepemimpinan transformasional yaitu:mengubah sesuatu menjadi bentuk yang lain. Maka kita akan membahas lafadzh  “al-hijrah”  terlebih dulu.
a.       Al-hijrah
Kata al hijrah adalah lawan kata dari kata al-washol (sampai-sambung). Hajarahu mempunyai arti memutuskannya. Secara umum para ulama’ menemukakan makna al hijrah secarah istilah dengan berbagai definisi dengan menyimpulkan dari beberapa pandangan tokoh ahli filsafat, agama, serta tasawuf. Maka dapat disimpulkan menjadi dua pendapat, antara lain:
1.      Adanya perpindahan itu sama-sama bertujuan untuk meciptakan hal yang lebih baik.
2.      Terwujudnya hal yang lebih baik sama-sama akan dilalui dengan cara mengubah dan memindahkan segala sesuatunya agar terjadi perbaikan dan perubahan (transformation and change).
Dalam konteks organisasi titik hijrah berada di luar batas-batas dan garis-garis tatanan lama yang tidak baik, kemudian berusaha mewujudkan tatanan yang baru lebih baik, hijrah tidak hanya berada pada tatanan hardware organisasi berupa gedung dan fasilitas fisik lainnya melainkan juga dalam tatanan-tatanan software organisasi berupa hubungan antara pemimpin dengan karyawan, pemimpin dan karyawan dengan organisasi dan seterusnya.[15] Transformasi itu mendambakan kebaikan hubungan sosial, ekonomi, psikologis, kultural, intelektual, perhatian individu, saling motivasi, saling inspirasi dan sebagainya.
Pemimpin yang berparadigma dan berperilaku hijrah (kepemimpinan transformasional) akan membaktikan dirinya hanya semata-mata untuk jalan kebenaran, keadilan, dan lain-lain.Hijrah bagaikan garis pemisah antara hidup dan mati, antara ketidakbebasan dan kemerdekaan, antara diskriminasi dan keadilan, antara status quo dan perubahan. Al-qur’an berkata kepada para pemimpin transformasional:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ . قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Artinya:
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang  zalim. Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(Q.S.At-taubah:23-24).
Pemimpin transformasional (hijrah) yang mempunyai kepercayaan tinggi kepada nilai-nilai besar, agung, mulia dan luhur kemudian memperjuangkannya bahkan menularkannya kepada seluruh karyawan organisasi harus siap mentransformasi diri untuk jeratan materi duniawi seperti jabatan, harta benda, keluarga untuk kemudian komitmen untuk mewujudkan tujuan mulia sebagaimana yang telah divisikan.[16]
b.      Al-jihadu
Selain hijrah perilaku jihad juga menjadi strategi dan taktik untuk memperjuangkan dan melindungi terciptanya perubahan dan perbaikan organisasi. Secara harfiah, jahada berarti berjuang, berusaha keras dan berperang atau melawan. Jihad adalah berusaha keras dan berjuang untuk alasan dan tujuan tertentu.[17] Dan telah disebutkan dalam suatu ayat al-quran, yaitu:


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(Q.S Al-Ankabut: 69).
Sesuai dengan penjelasan ayat di atas, bahwasanya para pemimpin yang berkeinginan kuat mewujudkan transformasi organisasi dengan tulus dan penuh dedikasi lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan orang-orang yang mempertahankan keberadaan organisasi dan hanya lip-service terhadap nilai-nilai luhur, agung, besar dan kebesaran moralitas.[18]
2.5  Kepribadian Kepemimpinan Pendidikan Transformasional
Pemimpin transformasional memiliki kemampuan untuk memposisikan dirinya seperti pandangan lawan bicaranya semisal dosen karyawan terlebih tamu lembaga. Pada dirinya dan pola pikirnya juga tidak tampak kesombongan intelektual, serta hal yang paling menonjol pada diri pemimpin transformasional adalah keberaniannya untuk mengutarakan ide dan gagsannya tanpa takut ada kritik, ketidakterimaan maupun ketidaksesuaian.
Pola pikir empati juga dapat dilihat dari sosok pemimpin transformasional, pemimpin ini memahami secara emosional dan berempati, ia kemudian mengajak keluar sebuah hidup yang tidak baik menuju kehidupan yang lebih mulia. Namun dengan pola pikirnya yang bertanggung jawab atas apa yang pemimpin katakan di depan bawahannya (intellectual integrity).[19]
Sebagai misal pemimpin transformasional mewajibkan kepada bawahannya untuk berkarya, dan punya prestasi, maka ia secara tekun menciptakan karya, mengajak berkorban maka ia menjadi orang pertama yang mengorbankan apa yang dimiliki untuk lembaga.pola pikir pemimpin transformasional juga kritis dan selektif dalam mendengarkan suatu informasi yang masuk padanya sehinngga seseorang pemimpin transformasioanal tidak akan dengan mudahnya untuk menghakimi para bawahannya. Pemimpin transformasional juga mempunyai keinginan untuk memerdekakan karyawannya, melatih pikiran karyawan menjadi lebih mandiri, otonom, dan independen serta memiliki kemampuan untuk merefleksi kemudian mengambil hikmah dan menentukan cara pandang baru atau menambahkan  akan keyakinan diri dan sebagainya (intellectual reflective).
Menjadikan sesosok pemimpin transformasional sebagai uswah hasanah atau role model bagi bawahannya agar ditiru serta menonjol pola pikir untuk selalu berjuang dan berkorban untuk lembaga ke depan. Apabila kita simpulkan bahwa pemimpin transformasional adalah pemimpin yang memiliki berbagai pola pikir, antara lain:
a.      intellectual courage.
b.      intellectual integrity.
c.       intellectual reflective.
d.      intellectual movement.
e.       intellectual struggle.
f.        intellectual sacrifice.
g.      intellectual empathy.[20]
Perkataan dan perilakunya pemimpin transformasional juga banyak menggambarkan cinta  pada dirinya pribadi serta akan selalu tampil dengan senyum dan cenderung lembut dalam mengarahkan dan berkomunikasi sekaligus cinta dalam memperjuangkan untuk membesarkan lembaga dan terdapat cinta dalam berhubungan dengan yang dipimpin.
2.6  Media Perilaku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional
     Dalam perilaku kepemimpinan pendidikan transformasional seperti yang telah kita ketahui memiliki ciri tersendiri pada setiap perilakunya. Maka hal itu dapat dipraktikkan melalui media[21] yang ada pada tabel berikut:    


MEDIA PERILAKU KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN TRANSFORMASIONAL
Idealized influence
Inspirational motivation
Intellectual stimulation
Individual consideration
Pidato umum
Pidato umum
Pidato umum
Khatmil qur’an
Rapat
Rapat
Rapat
Shalat jama’ah
Kultum
Kultum
Kultum
Kebijakan
Tulisan
Tulisan
Tulisan
Pendelegasian
Perilaku keseharian
Kebijakan
Memfasilitasi studi lanjut
Berbicara secara pribadi

Restrukrisasi
Lembaga penerbitan karya
Makan bersama

Pembenahan sarana prasarana
Pemasangan simbol kreativitas dan inovasi
Mengunjungi tempat kerja karyawan

Pembenahan sistem administrasi

Tersenyum, menyapa, dan bertanya

Efektivitas komunikasi birokrasi
Perilaku keseharian
Perilaku keseharian

Perilaku keseharian





BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
1.      Kepemimpinan pendidikan transformasional  didefinisikan  sebagai gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan pemberian kesempatan, dan mendorong semua unsur yang ada dalam lembaga pendidikan untuk bekerja  atas dasar nilai (value system) yang luhur. Sehingga, semua unsur yang ada pada lembaga pendidikan bersedia, tanpa paksaan, berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal suatu lembaga pendidikan
2.      Konsep kepemimpinan pendidikan transformasional. Ada banyak hal dan kondisi yang memengaruhi kepemimpinan, yang dimana menjadi pemimpin tidak hanya menguasai teori - teori,  namun menjadi pemimpin itu harus juga memilik teknis untuk menjalankan suatu kegiatan dalam kepemimpinannya. Disini dijelaskan bahwa faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua: Faktor kemampuan personal, dan Faktor  jabatan.
3.      Perilaku kepemimpinan pendidikan transformasional, terdiri dari:  Idealized influence (charisma), Intellectual stimulation, Individualized consideration, dan Inspirational Motivation
4.      Perilaku kepemimpinan pendidikan transformasional dalam pandangan Islam, terdiri dari: Al-hijrah, dan Al-jihadu
5.      Pemimpin transformasional adalah pemimpin yang memiliki berbagai pola pikir, antara lain: intellectual courage, intellectual integrity, intellectual reflective, intellectual movement, intellectual struggle., dan intellectual sacrifice.
6.      Media perilaku kepemimpinan pendidikan transformasional, terdiri dari: Idealized influence, seperti perilaku keseharian, Inspirational motivation, seperti kebijakan, Intellectual stimulation, seperti mensfasilitasi studi lanjut, dan Individual consideration, seperti berbicara secara pribadi. 

DAFTAR PUSTAKA

Bass, B.M and Avolio B.J. 1994. Improving Organiational effectiveness: through transformational Leadership. London: SAGE publication.
John Aldair. 1994. Menjadi  Pemimpin Efektif (terjemah oleh Andre Asparyogi). Jakarta: Kerjasama Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen dengan PT Binaman Pressindo.
Karim Mohhamad. 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press.
Khilmiyah, Akif. 2015. Kepemimpinan Transformasional Berkeadilan Gender: Konsep dan Implementasi di madrasah. Yogyakarta: Samudera Biru.
Northouse, P.G. 2007. Leadership: Theory and Practice. London: SAGE Publication.
Robbins, Stephen P. dan Judge, Timothy A. 2009. Organizational Behavior. New Jersey: Pearson Edcaton inc.
Sudarman, Danim. 2005. Menjadi Komunitas Pembelajar (Kepemimpinan transformasional dalam komunias organisasi pembelajaran). Jakarta: Bumi aksara.
Supriyadi Legino. 2009. Menjawab Tantangan Reformasi Birokrasi (Kepemimpinan Transformasional dan Organisasi Lateral). Indonesia Press: Jakarta.
Vincen Gasper. 2007. Organizational Excelence. Jakarta: Gramedia.



[1] Sudarman, Danim. Menjadi Komunitas Pembelajar(Kepemimpinan transformasional dalam komunias organisasi pembelajaran). Jakarta: bumi aksara, 2005, hal.53
[2] Khilmiyah, Akif.2015. Kepemimpinan Transformasional Berkeadilan Gender: Konsep dan Implementasi di madrasah.Yogyakarta: Samudera Biru. hal 18.
[3] Robbins, Stephen P. dan Judge, Timothy A.2009.Organizational Behavior. New Jersey: Pearson Edcaton inc. hal 452
[4] Northouse, P.G.2007. Leadership: Theory and Practice. London: SAGE Publication. hal 176
[5] Bass, B.M and Avolio B.J, 1994. Improving Organiational effectiveness: through transformational Leadership. London: SAGE publication.hal 4.
[6] Vincen Gasper.2007.Organizational Excelence.Jakarta:Gramedia.hal 35-36.
[7] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 25.
[8] Teori ini beranggapan bahwa hak untuk memimpin merupakan hak mutlak/hak waris dari keturunan para raja dan bangsawan.
[9] John Aldair, 1994. Menjadi  Pemimpin Efektif (terjemah oleh Andre Asparyogi). Jakarta: Kerjasama Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen dengan PT Binaman Pressindo. hal 13.
[10] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal26-27.
[11] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 34
[12] Bass, B.M and Avolio B.J, 1994. Improving Organiational effectiveness: through transformational Leadership. London: SAGE publication. hal 4-7.
[13] Supriyadi Legino. 2009. Menjawab Tantangan Reformasi Birokrasi (Kepemimpinan Transformasional dan Organisasi Lateral). Indonesia Press: Jakarta. hal 97  
[14] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 116-117
[15] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 121-122
[16] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 123-124
[17][17] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 135
[18] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang :UIN-MALIKI Press. hal 136
[19] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 194
[20] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press. hal 192
[21] Karim Mohhamad, 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang: UIN-MALIKI Press.hal 193
Tags: KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook Share to Pinterest
Fitri Handayani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Next
Newer Post
Previous
Older Post

You may also like

No comments :

Leave a Reply

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
  • Popular
  • Comments

Popular Posts

  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
    STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN Kebijakan publik adalah segala peraturan dan tindakan pemerintah yang disusun serta dilaksanakan untuk ke...
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
    PENGEMBANGAN KURIKULUM Sebenarnya yang berkembang adalah diri yang menjadi sasaran kurikulum SDM adalah ruh Kurikulum = menu Definis...
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH)
    PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH) Perencanaan ( Planning ) -> ada persiapan Keinginan -           Tidak ada persiapan ...
  • STUDI FIQIH
    Studi Fiqih Fiqih -           Furu’ (cabang) -           Pendapat (berubah-ubah). Contoh: aneka ragam macam sholat. -           Agar...
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ·          Informasi lebih penting dari pada sistem. Jika sudah mendapat informasi tidak perlu sistem. Sist...
  • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
    METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN Metodologi Metodologi berasal dari Bahasa Yunani “metodos” dan “logos” terdiri dari dua suku kata, ya...

About Me

Fitri Handayani
View my complete profile

Labels

ADMINISTRASI KEUANGAN ( 1 ) AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK ( 1 ) APLIKASI ICT ( 1 ) BAHASA INDONESIA ( 1 ) BAHASA INGGRIS I ( 1 ) BAHASA INGGRIS II ( 1 ) BIMBINGAN DAN KONSELING ( 1 ) DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( 5 ) DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM ( 3 ) DESAIN KOMUNIKASI VISUAL ( 1 ) DONWLOAD NOVEL ( 3 ) DOWNLOAD ( 11 ) DOWNLOAD EBOOKS ( 3 ) DOWNLOAD MAKALAH ( 5 ) EVALUASI PEMBELAJARAN ( 1 ) FILSAFAT ILMU ( 1 ) ILMU ALAMIAH DASAR ( 1 ) INOVASI PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MAGANG I ( 1 ) MAGANG II ( 1 ) MANAJAJEMEN DIKLAT ( 1 ) MANAJEMEN HUMAS ( 1 ) MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN ( 1 ) MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MANAJEMEN STRATEGIK ( 1 ) MATA KULIAH ( 5 ) METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN ( 1 ) PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN ( 6 ) PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( 2 ) PENGEMBANGAN KURIKULUM ( 1 ) PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN ( 1 ) PERENCANAAN PEMBELAJARAN ( 1 ) PERENCANAAN PENDIDIKAN ( 1 ) PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI ( 3 ) PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ( 1 ) SEJARAH PERADABAN ISLAM ( 3 ) SEMINAR NASIONAL ( 1 ) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ( 1 ) STATISTIKA PENDIDIKAN ( 1 ) STRATEGI PEMBELAJARAN ( 1 ) STUDI FIQIH ( 1 ) STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ( 1 ) STUDY AL-QURAN DAN HADITS ( 1 ) SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) TEKNOLOGI ( 1 ) TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN ( 1 ) TEOSOFI ( 1 ) TIPS & TRIKS ( 1 )

Instagram

  • Home

Labels

  • ADMINISTRASI KEUANGAN
  • AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
  • APLIKASI ICT
  • BAHASA INDONESIA
  • BAHASA INGGRIS I
  • BAHASA INGGRIS II
  • BIMBINGAN DAN KONSELING
  • DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
  • DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM
  • DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
  • DONWLOAD NOVEL
  • DOWNLOAD
  • DOWNLOAD EBOOKS
  • DOWNLOAD MAKALAH
  • EVALUASI PEMBELAJARAN
  • FILSAFAT ILMU
  • ILMU ALAMIAH DASAR
  • INOVASI PENDIDIKAN ISLAM
  • KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
  • MAGANG I
  • MAGANG II
  • MANAJAJEMEN DIKLAT
  • MANAJEMEN HUMAS
  • MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
  • MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
  • MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN ISLAM
  • MANAJEMEN STRATEGIK
  • MATA KULIAH
  • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
  • PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
  • PERENCANAAN PEMBELAJARAN
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN
  • PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI
  • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
  • SEJARAH PERADABAN ISLAM
  • SEMINAR NASIONAL
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
  • STATISTIKA PENDIDIKAN
  • STRATEGI PEMBELAJARAN
  • STUDI FIQIH
  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
  • STUDY AL-QURAN DAN HADITS
  • SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM
  • TEKNOLOGI
  • TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
  • TEOSOFI
  • TIPS & TRIKS

Popular Posts

  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
    STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN Kebijakan publik adalah segala peraturan dan tindakan pemerintah yang disusun serta dilaksanakan untuk ke...
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
    PENGEMBANGAN KURIKULUM Sebenarnya yang berkembang adalah diri yang menjadi sasaran kurikulum SDM adalah ruh Kurikulum = menu Definis...
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH)
    PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH) Perencanaan ( Planning ) -> ada persiapan Keinginan -           Tidak ada persiapan ...
  • STUDI FIQIH
    Studi Fiqih Fiqih -           Furu’ (cabang) -           Pendapat (berubah-ubah). Contoh: aneka ragam macam sholat. -           Agar...

Blog Archive

  • ►  2018 ( 9 )
    • ►  February ( 9 )
  • ▼  2017 ( 68 )
    • ►  November ( 12 )
    • ▼  October ( 54 )
      • PENELITIAN TINDAKAN KELAS
      • MILEA SUARA DARI DILAN
      • DILAN Bagian Kedua (Pidi Baiq)
      • DILAN 1 (shabrinabachtiar)
      • PERENCANAAN PEMBELAJARAN
      • STRUCTURE OF ON ARTICLE
      • DESAIN LOGO
      • BIMBINGAN DAN KONSELING
      • PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
      • MANAJEMEN HUMAS
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 5
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 4
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 3
      • DOWNLOAD MAKALAH SEMESTER 2
      • DOWNLOAD MAKALAH SEMESTER 1
      • PENGEMBANGAN KURIKULUM
      • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
      • STUDI FIQIH
      • STRATEGI PEMBELAJARAN
      • PENYAJIAN DATA
      • MANAJEMEN STRATEGIK
      • TYPES OF GENRE
      • ADMINISTRASI KEUANGAN
      • SEJARAH BAHASA INDONESIA
      • DOWNLOAD EBOOKS SMA/MA KELAS 10
      • DOWNLOAD EBOOKS SMP/MTs KELAS 7
      • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
      • SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
      • TIPS & TRIKS
      • EKOLOGI DAN EKOSISTEM
      • TEKNOLOGI
      • DOWNLOAD EBOOKS PT
      • DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
      • SEMESTER 5
      • SEMESTER 4
      • SEMESTER 3
      • SEMESTER 2
      • SEMESTER 1
      • TEOLOFI, TASAWUF, FILSAFAT
      • METODOLOGI TAFSIR (PARADIGMA, PENDIDIKAN, DAN METODE)
      • LAPORAN OBSERVASI MAGANG I DI PONDOK PESANTREN ANW...
      • SMART ISLAMIC EDUCATION LEADERSHIP IN GLOBAL AREA
      • NILAI-NILAI ILMU
      • KEPEMIMPINAN DALAM SUPERVISI PENDIDIKAN
      • PENGELOLAAN DIKLAT
      • ASAS, UNSUR, FAKTOR DAN OBJEK PENDIDIKAN ISLAM
      • STAFFING, PIMPINAN DAN KEPEMIMPINAN LPI
      • SELEKSI DAN ORIENTASI SUMBER DAYA MANUSIA
      • KEKUASAAN, POLITIK, DAN KEPEMIMPINAN
      • BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
      • PROFIL NABI: DEFINISI DAN MACAM-MACAMNYA
      • INOVASI TENTANG PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASI...
      • KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN YANG TRANFORMASIONAL
      • KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL
    • ►  September ( 2 )

Copyright ©

Blogger Templates
POHON ILMU . All Rights Reserved.