• MATA KULIAH
    • SEMESTER 1
      • Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
      • Dasar-Dasar Pendidikan Islam
      • Ilmu Alamiah Dasar
      • Pancasila dan Kewarganegaraan
      • Perilaku dan Budaya Organisasi
      • Psikologi Perkembangan
      • Sejarah Peradaban Islam
    • SEMESTER 2
      • Bahasa Indonesia
      • Inovasi Pendidikan Islam
      • Kepemimpinan Pendidikan Islam
      • Manajemen Pendidikan Islam
      • Manajemen SDM Pendidikan Islam
      • Teori Belajar dan Pembelajaran
    • SEMESTER 3
      • Administrasi Keuangan
      • Bahasa Inggris I
      • Filsafat Ilmu
      • Magang I
      • Manajemen Diklat
      • Manajemen Strategik
      • Statistika Pendidikan
      • Strategi Pembelajaran
      • Studi Fiqih
      • Supervisi Pendidikan Islam
    • SEMESTER 4
      • Aplikasi ICT
      • Bahasa Inggris II
      • Bimbingan Konseling
      • Manajemen HUMAS
      • Metodologi Penelitian Kependidikan
      • Pengembangan Kurikulum
      • Pengembangan Sumber dan Media Pembelajaran
      • Perencanaan Pembelajaran
      • Studi Al-Quran dan Hadits
      • Teosofi
    • SEMESTER 5
      • Akuntansi Sektor Pendidikan
      • Desain Komunikasi Visual
      • Evaluasi Pembelajaran
      • Magang II
      • Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
      • Penelitian Tindakan Kelas
      • Perencanaan Pendidikan
      • Sistem Informasi Manajemen
      • Studi Kebijakan Pendidikan
  • DOWNLOAD
    • EBOOKS
      • SMP/MTs
      • SMA/MA
      • PT
    • MAKALAH
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
      • Semester 5
    • NOVEL
    • PPT
  • TEKNOLOGI
  • LAINNYA
    • SEMINAR
    • WORKSHOP
    • KULIAH TAMU
    • PENELITIAN

POHON ILMU

INOVASI PENDIDIKAN ISLAM

INOVASI TENTANG PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER

Friday, October 6, 2017 0 Fitri Handayani
 

A.    Pendahuluan
Pendidikan sebagai salah satu elemen penting dalam mendidik bangsa harus benar-benar dikelola dengan baik agar mampu membenahi akhlak bangsa. Hal ini dikarenakan hakikan pendidikan itu sebenarnya bukan hanya mengajar (transfer of knowlage) saja, tetapi lebih dari  itu, yaitu mendidik agar berakhlak. Hal ini sebenarnya menjadi orientasi pendidikan dalam islam yang belum tergambar pada masa jahiliyah. Hal senada juga di ungkapkan oleh Baidowi dalam Said Ismail Ali bahwa pendidikan itu bertujuan untuk memperbaiki akhlak atau dikenal dengan istilah Ta’dib.
Pendidikan agama memang dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki akhlakul karimah. Melalui PAI, peserta didik diharapkan memiliki karakter-karakter tersebut. Pemahaman yang mendalam tentang ajaran dan nilai-nilai agama Islam diharapkan mampu menjiwai perilaku dan tindakan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pengembangan PAI yang berorientasi dalam pendidikan karakter diharapkan mampu membenahi kualitas pembelajaran PAI, sehingga mampu memberikan kontribusi dalam pembenahan akhlak gerenarasi penerus bangsa.

B.     Pembahasan
1.      Pengertian Inovasi, Kurikulum, Pendidikan Karakter, dan Pendidikan Agama Islam (PAI)

a.       Inovasi
Inovasi (innovation) ialah suatu ide, barang, kejadian metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention mauoun discovery. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu (Udin Syaefuddin Sa’ud, 2010: 3).
b.      Kurikulum
Istilah kurikulum sering dimaknai  plan for learning (rencana pendidikan). Sebagai rencana pendidikan kurikulum memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, urutan isi dan proses pendidikan (Nana Syaodih Sukmadinata, 2004: 4). Secara historis, istilah kurikulum pertama kalinya diketahui dalam kamus Webster (Webster Dictionary) tahun 1856. Pada mulanya istilah kurikulum digunakan dalam dunia olah raga, yakni suatu alat yang membawa orang dari start sampai ke finish. Kemudian pada tahun 1955, istilah kurikulum dipakai dalam bidang pendidikan, dengan arti sejumlah mata pelajaran di suatu perguruan (Ahmad Tafsir, 2005: 53).
Secara etimologi kata kurikulum diambil dari bahasa Yunani, Curere berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari mulai start sampai finish (Nana Sudjana, 2002: 2). Pengertian inilah yang kemudian diterapkan dalam bidang pendidikan. Dalam bahasa arab, kurikulum sering disebut dengan istilah al-manhaj, berarti jalan yang terang yang dilalui manusia dalam bidang kehidupannya. Maka dari pengertian tersebut, kurikulum jika dikaitkan dengan pendidikan, menurut Muhaimin, maka berarti jalan terang yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai-nilai (Muhaimin, 2005: 1).
Sedangkan dalam terminology, terdapat perbedaan pengertian kurikulum. Dalam pengertian lama kurikulum didefinisikan sebagai sejumlah materi pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik untuk memperoleh sejumlah pengetahuan, yang telah tersusun secara sistematis dan logis (Oemar Hamalik, 2007: 1).
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan, bahwa kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran atau kegiatan yang mencakup program pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Definisi tersebut kemudian berkembang sesuai dengan tuntutan dan dinamika zaman. Dalam pengertian yang terbaru dan lebih luas, bahwa kurikulum adalah, serangkaian pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu pendukung dari pandangan ini adalah Romine sebagaimana dikutip oleh Hamalik, bahwa Curriculum is interpreted to man all of the organized courses, activities and experiences which pupils have under direction of the school whether in the class room or not (Nana Syaodih Sukmadinata, 1999: 18).
Pengertian kurikulum menurut para ahli:
a.       Menurut William B.Ragan, kurikulum adalah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab sekolah.
b.      Menurut David Proff, kurikulum adalah seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat pelatihan.
c.       Menurut Nengly and Evaras (1967), kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan yang dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik.
d.      Menurut Inlow (1966), kurikulum adalah susunan rangkaian dan hasil belajar yang disengaja. Kurikulum menggambarkan dari hasil pengajaran.
e.       Menurut Saaylor (1958), kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi proses belajar mengajar baik secara langsung di kelas, tempat bermain, atau di luar sekolah.
Jadi, secara umum, kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 1989 Bab I pasal I disebutkan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar-mengajar”.
c.       Pendidikan karakter
Pendidikan karakter merupakan sebuah istilah yang semakin hari semakin mendapatkan pengakuan dari masyarakat Indonesia saat ini. Terlebih dengan dirasakannya berbagai ketimpangan hasil pendidikan dilihat dari perilaku lulusan pendidikan formal saat ini, semisal korupsi, pengembangan seks bebas pada kalangan remaja, narkoba, tawuran, pembunuhan, perampokan oleh pelajar, dan pengangguran lulusan sekolah menengah dan atas.
Pendidikan karakter menurut Ratna Megawangi, sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif pada lingkungannya.
Definisi pendidikan karakter dalam persfektif sekolah sebagai pembelajaran yang mengarah pada penguatan dan pengembangan perilaku anak secara utuh yang didasarkan pada suatu nilai tertentu yang dirujuk oleh sekolah. Definisi ini mengandung makna:
a.       Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang terintegrasi dengan pembelajaran yang terjadi pada semua mata pelajaran
b.      Diarahkan pada penguatan dan pengembangan perilaku anak secara utuh. Asumsinya anak merupakan organisme manusia yang memiliki potensi untuk dikuatkan dan dikembangkan.
c.       Penguatan dan pengembangan perilaku didasari oleh nilai yang dirujuk sekolah (lembaga).
d.      Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan (Departemen Agama RI, 2004: 2).
Karakter berasal dari nilai tentang sesuatu. Suatu nilai yang diwujudkan dalam bentuk perilaku anak itulah yang disebut karakter. Jadi suatu karakter melekat dengan nilai dari perilaku tersebut. Karenanya tidak ada perilaku anak yang tidak bebas dari nilai. Hanya barangkali sejauh mana kita memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam perilaku seorang anak atau sekelompok anak memungkinkan berada dalam kondisi tidak jelas. Dalam kehidupan manusia, begitu banyak nilai yang ada di dunia ini, sejak dahulu sampai saat ini. Beberapa nilai dapat kita identifikasi sebagai nilai yang penting bagi kehidupan anak baik saat ini maupun dimasa yang akan datang, baik untuk dirinya maupun untuk kebaikan lingkungan hidup. Di mana anak hidup saat ini dan di masa yang akan datang.
Dalam referensi Islam, nilai yang sangat terkenal dan melekat yang mencerminkan akhlak atau perilaku yang luar biasa tercermin pada Nabi Muhammad SAW., yaitu Siddiq, Amanah, Fatonah, dan Tablig. Tentu difahami bahwa empat nilai ini merupakan esensi, bukan seluruhnya. Karena Nabi Muhammad SAW juga terkenal dengan karakter kesabarannya, ketangguhannya, dan berbagai karakter lain.
1)              Jujur
Jujur merupakan sebuah karakter yang dianggap dapat membawa bangsa ini menjadi bangsa yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Seseorang yang memiliki karakter jujur akan diminati orang lain baik dan konteks persahabatan, bisnis, rekan atau mitra kerja, dan sebagainya. Karakter ini merupakan salah satu karakter pokok untuk menjadikan seseorang cinta kebenaran apa pun risiko yang akan diterima dirinya dengan kebenaran yang ia lakukan.
2)              Kerja keras
Kerja keras adalah suatu isilah yang melingkupi suatu upaya yang terus dilakukan (tidak pernah menyerah) dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya sampai tuntas. Kerja keras bukan berarti bekerja sampai tuntas lalu berhenti, tetapi mengarah pada visi besar yang harus dicapai untuk kebaikan dari kemaslahatan manusia (umat) dan lingkungannya. Mengingat arah dari istilah kerja keras, maka upaya untuk memaslahatkan manusia dan lingkungannya merupakan upaya yang tidak ada hentinya sampai kiamat tiba.
3)              Ikhlas
Ikhlas menurut Islam adalah setiap kegiatan yang kita kerjakan semata-mata hanya karena mengharapkan ridho ALLAH SWT. Cirri-ciri orang ikhlas:
a)      Terjaga dari segala sesuatu yang diharamkan oleh ALLAH SWT., baik sedang bersama manusia atau sendiri
b)      Senantiasa beramal di jalan ALLAH SWT., baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang lain, baik ada pujian ataupun celaan.
c)      Selalu menerima apa adanya yang diberikan oleh ALLAH SWT., dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh ALLAH SWT.
d)     Mudah memaafkan kesalahan orang lain. Nilai ikhlas perlu untuk dikuatkan pada lulusan-lulusan sekolah supaya anak dapat berkontribusi untuk kemaslahatan kehidupan anak dan dunia di mana anak berada, serta akhirat yang akan ditempuhnya atau dijalaninya.

2.      Pengembangan Kurikulum PAI
Penyusunan dan pengembangan kurikulum dapat menempuh langkah-langkah:
a.       Perumusan tujuan
Tujuan di rumuskan berdasarkan analisis terhadap berbagai kebutuhan, tuntutan dan harapan. Oleh karena itu tujuan di rumuskan dengan mempertimbangkan faktor-faktor masyarakat, siswa itu sendiri serta ilmu pengetahuan.
b.      Menentukan isi
Isi kurikulum merupakan pengalaman belajar yang di rencanakan akan diperoleh siswa selama mengikuti pendidikan. Pengalaman belajar ini dapat berupa mempelajari mata pelajaran-mata pelajaran, atau jenis-jenis pengalaman belajar lain sesuai dengan bentuk kurikulum itu sendiri.
c.       Memilih kegiatan
Organisasi dapat di rumuskan sesuai dengan  tujuan dan pengalaman-pengalaman belajar yang menjadi isi kurikulum, dengan mempertimbangkan bentuk kurikulum yang digunakan.
d.      Merumuskan evaluasi
Evaluasi kurikulum mengacu pada tujuan kurikulum, sebagai di jelaskan di muka. Evaluasi perlu di lakukan untuk memperoleh balikan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan, oleh karena itu evaluasi dapat di lakukan secara terus menerus (Mohammad Ali, 1992: 66-67).
Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers, yaitu:
a.       pemilihan target dari sistem pendidikan. Di dalam penentuan target ini satu-satunya criteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif.
b.      partisipasi guru dalam pengalaman guru dalam pengalaman kelompok yang intensif.
c.       pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran.
d.      partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok (Nana Syaodih Sukmadinata, 2002: 167-168).
Pengembangan Kurikulum PAI adalah pengembangan kurikulum yang  dirancang  berdasarkan dalil  Al-Qur’an  dan Al-Hadits  yang bertujuan agar manusia mendapat kesejahteraan di dunia dan tetap dekat kepada Khaliknya. Kurikulum Pendidikan Islam menyangkut  jenis  mata  pelajaran  yang diberikan kepada siswa yang terhimpun dalam Kurikulum Pendidikan Islam.
Kurikulum PAI merupakan suatu mesin yang menggerakkan bidang studi Islam yang pengembangannya bersifat desentralisasi, artinya kurikulum PAI dikembangkan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan, dan dengan prinsip difersifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Dalam perkembangannya, kurikulum PAI yang bersifat desentralisasi ini mempunyai peranan yang sangat penting di suatu sekolah, yakni sebagai penyeimbang kurikulum pendidikan nasional dari mata pelajaran umum dengan pendidikan agama yang penekanannya pada akhlaq. Hal ini diharapkan agar peserta didik tidak hanya pandai dalam ilmu-ilmu umum dan skill modern, tetapi dapat diimbangi dan dijaga  dengan imtaq (iman dan taqwa), agar nantinya peserta didik bisa hidup mandiri dan bisa menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh negara dan agama.
Menurut Oemar Hamalik paling tidak terdapat delapan prinsip pengembangan kurikulum, yakni:
a.       Prinsip Berorientasi Pada Tujuan
Pengembangan kurikulum pendidikan diarahkan untuk mencapai tujuan yang bertitik tolak dari tujuan pendidikan Nasional. Tujuan kurikulum merupakan penjabaran dan upaya untuk mencapai tujuan satuan dan jenjang pendidikan tertentu. Tujuan kurikulum mengandung aspek-aspek pengetahuan (knowledge). Keterampilan (skill), sikap (attitude) dan nilai (value), yang selanjutnya menumbuhkan perubahan tingkah laku peserta didik yang mencakup tiga aspek tersebut dan bertalian dengan aspek-aspek yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional.
b.      Prinsip Relevansi (kesesuaian)
Pengembangan kurikulum pendidikan yang meliputi tujuan, isi dan sitem penyampaiannya harus relevan dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, kebutuhan satuan pendidikan, tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik, perkembangan intelektualnya, kebutuhan jasmani dan rohani, serta sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
c.       Prinsip Efisiensi dan Efektivitas
Perkembangan kurikulum pendidikan harus mempertimbangkan efisiensi dalam pendayagunaan dana, waktu, tenaga dan sumber-sumber yang tersedia pada satuan pendidikan agar mencapai hasil yang optimal. Dana yang terbatas terus digunakan sedemikian rupa dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran. Waktu yang tersedia bagi peserta didik juga terbatas harus dimanfaatkan secara efektif sesuai dengan mata pelajaran dan bahan pelajaran yang diperlukan.
Selain itu, tenaga kependidikan juga sangat terbatas baik dalam jumlah maupun dalam mutunya, hendaknya didayagunakan secara efisien untuk mendukung dan melaksanakan proses pembelajaran. Demikian juga keterbatasan fasilitas ruangan, peralatan dan sumber keterbacaan, harus digunakan secara tepat guna oleh peserta didik dalam rangka pembelajaran yang ke semuanya demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi atau keberhasilan peserta didik dalam belajar.
d.      Prinsip Fleksibilitas
Pengembangan kurikulum pendidikan yang fleksibel akan memberikan kemudahan dalam menggunakan, diubah, dilengkapi, atau dikurangi berdasarkan tuntutan keadaan dan kemampuan satuan pendidikan. Kurikulum pendidikan hendaknya menjaga fleksibilitas dalam pelaksanaannya, sehingga tidak menyebabkan kekakuan yang pada akhirnya tidak memiliki makna.
e.       Prinsip Berkesinambungan
Pengembangan kurikulum pendidikan hendaknya disusun secara berkesinambungan. Artinya bagian-bagian, aspek-aspek, materi atau bahan kajian disusun secara berurutan, tidak terlepas-lepas satu sama lain saling keterkaitan memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dan satuan pendidikan.
f.       Prinsip Keseimbangan
Pengembangan kurikulum pendidikan juga selain  memperhatikan kesinambungan juga harus memperhatikan keseimbangan (balance) secara proporsional dan fungsional antar bagian program, sub program,, antara semua mata pelajaran, dan antara aspek-aspek perilaku yang ingin dikembangkan. Dengan adanya keseimbangan tersebut pada gilirannya diharapkan terjadi perpaduan yang lengkap dan menyeluruh, satu sama lainnya saling memberikan sumbangannya terhadap perkembangan pribadi peserta didik.
g.      Prinsip Keterpaduan
Pengembangan kurikulum pendidikan karakter juga harus  disusun dan dirancang serta dilaksanakan berdasarkan prinsip keterampilan. Perencanaan terpadu bertitik tolak dari masalah atau topic dan konsistensi antara unsure-unsurnya. Pelaksanaan terpadu dengan melibatkan semua pihak, baik kalangan praktisi maupun akademisi, sampai pada tingkat inter sektoral. Dengan adanya keterpaduan ini diharapkan akan terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh. Di samping itu pula dilaksanakan keterpaduan dalam proses pembelajarannya, baik dalam interaksi antar peserta didik dan guru maupun antara teori dan praktik.
h.      Prinsip Mengedepankan Mutu
Pengembangan kurikulum pendidikan juga harus berorientasi pada pendidikan dan mutu pendidikan. Pendidikan mutu berarti pelaksanaan pembelajaran yang bermutu. Sedangkan mutu pendidikan berorientasi pada hasil pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang bermutu sangat ditentukan oleh derajat mutu guru (tenaga pendidik), proses pembelajaran, peralatan atau media yang lengkap dan memadai. Hasil pendidikan yang bermutu diukur berdasarkan criteria tujuan pendidikan Nasional yang diharapkan (Oemar Hamalik, 1999: 32).
3.      Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Agama Islam
Hubungan antara pendidikan karakter dengan Pendidikan Agama Islam dapat dilihat dalam dua sisi, yakni materi dan proses pembelajaran. Dari segi materi Pendidikan Agama Islam dapat tercakup nilai pendidikan karakter. Hal ini bisa dilihat dalam aspek dan nilai pendidikan karakter sebagai berikut:
a.       Al-Qur’an
Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri
b.      Aqidah
Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab
c.       Akhlak
Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab
d.      Fikih
Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab
e.       SKI
Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab

4.      Kurikulum Berbasis Karakter dalam Pembelajaran PAI
Pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis karakter di satuan pendidikan merupakan suatu kesatuan dari program manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang terimplementasi dalam pengembangan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum oleh setiap satuan pendidikan. Sedangkan pendidikan berbasis karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada mata pelajaran (Oemar Hamalik, 2007: 1). Agar kurikulum pendidikan berbasis karakter dapat dilaksanakan secara optimal, kurikulum pendidikan berbasis karakter diimplementasikan melalui langkah-langkah berikut :
a.       Sosialisasi ke stakeholders (Komite sekolah, masyarakat, lembaga-lembaga).
b.      Pengembangan dalam kegiatan sekolah.

5.      Perspektif Al-qur’an  dan Hadits Dalam Mengkaji Pendidikan Karakter
Tujuan dari pendidikan karakter menurut Islam adalah menjadikan manusia yang berakhlak mulia. Dalam hal ini yang menjadi tolok ukur adalah akhlak Nabi Muhammad SAW dan yang menjadi dasar pembentukan karakter adalah al-Quran. Tetapi kita harus menyadari tidak ada manusia yang menyampai akhlaknya dengan Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana seperti dalam hadis riwayat Muttafaq ‘alaih, berikut:
“Anas ra. Berkata, “Rasulullah Saw. adalah orang yang paling baik budi pekertinya”.
Dari hadis tersebut bahwa, sangat jelas akhlak Rasulullah adalah bukti bahwa akhlak beliau sangat sempurna karena dalam diri Rasulullah terdapat al-Quran dan beliau tidak pernah sekalipun melakukan perbuatan yang menyimpang dan melenceng dari akhlak mulia.
Al-Quran adalah petunjuk bagi umat Islam. Seperti yang telah disinggung di atas bila kita hendak mengarahkan pendidikan kita dan menumbuhkan karakter yang kuat pada anak didik, kita harus mencontoh karakter Nabi Muhammad SAW yang memiliki karakter yang sempurna.
Firman Allah SWT.
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya:
“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (Q.S. al-Qalam: 4)
Dalam pendidikan karakter yang berorientasi pada akhlak mulia kita wajib untuk berbuat baik dan saling membantu serta dilatih untuk selalu sabar, menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain sebagaimana firman Allah SWT.          
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


Artinya:
“...... dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Q.S. al-Imran: 134)
Dari uraian di atas maka tujuan pendidikan karakter menurut Islam adalah membentuk pribadi yang berakhlak mulia, karena Akhlak mulia adalah pangkal kebaikan. Orang yang berakhlak mulia akan segera melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.
Dalam kaitan ini, maka nilai-nilai akhlak mulia hendaknya  ditanamkan sejak dini melalui pendidikan agama dan diawali dalam  lingkungan  keluarga melalui pembudayaan dan pembiasaan. Kebiasaan itu kemudian dikembangkan dan diaplikasikan dalam pergaulan hidup kemasyarakatan.  Di sini  diperlukan kepeloporan  para  pemuka  agama  serta  lembaga-lembaga keagamaan yang dapat mengambil  peran  terdepan  dalam  membina  akhlak  mulia  di  kalangan umat (Said  Agil  Husin  al  Munawar, 2003: 27).

C.    Kesimpulan
1.            Inovasi (innovation) ialah suatu ide, barang, kejadian metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention mauoun discovery. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran atau kegiatan yang mencakup program pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Pendidikan karakter menurut Ratna Megawangi, sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif pada lingkungannya.
Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan
2.            Pengembangan Kurikulum PAI adalah pengembangan kurikulum yang  dirancang  berdasarkan dalil  Al-Qur’an  dan Al-Hadits  yang bertujuan agar manusia mendapat kesejahteraan di dunia dan tetap dekat kepada Khaliknya.
Menurut Oemar Hamalik paling tidak terdapat delapan prinsip pengembangan kurikulum, yakni: Prinsip Berorientasi Pada Tujuan, Prinsip Relevansi (kesesuaian), Prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Prinsip Fleksibilitas, Prinsip Berkesinambungan, Keseimbangan, Prinsip Keterpaduan, dan Prinsip Mengedepankan Mutu.
3.            Hubungan antara pendidikan karakter dengan Pendidikan Agama Islam dapat dilihat dalam dua sisi, yakni materi dan proses pembelajaran
4.            Pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis karakter di satuan pendidikan merupakan suatu kesatuan dari program manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang terimplementasi dalam pengembangan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum oleh setiap satuan pendidikan.
5.            Tujuan dari pendidikan karakter menurut Islam adalah menjadikan manusia yang berakhlak mulia. Dalam hal ini yang menjadi tolok ukur adalah akhlak Nabi Muhammad SAW dan yang menjadi dasar pembentukan karakter adalah al-Quran.

DAFTAR PUSTAKA

Abduddin Nata. 2003. Manajemen Pendidikan. Jakarta: PRENADA MEDIA GROUP.
Ahmad Tafsir. 2004. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Cepi Triatna, Dharma Kesuma, dan Johar Permana. 2011. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
Departemen Agama RI. 2004. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam: Di Sekolah Umum. Jakarta.
Muhaimin. 2005. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mohammad Ali. 1992. Pengembanhan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru.
Nana Sudjana. 2002. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2002. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT remaja rosdakarya.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2004. Pengembangan Kurikulum, Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Oemar Hamalik. 2007. Dasar-Dasar Pengembanagn Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
Oemar Hamalik. 1999. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 1999.
Said Agil Husin al Munawar. 2003. Aktualisasi Nilai-nilai Qur’ani dalam Sistem Pendidikan Islam. Jakarta Selatan: Ciputat Press, 2003
Udin Syaefuddin Sa’ud, Ph.D.2010. Inovasi Pendidikan. Bandung: Afabeta.
Tags: INOVASI PENDIDIKAN ISLAM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook Share to Pinterest
Fitri Handayani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Next
Newer Post
Previous
Older Post

You may also like

No comments :

Leave a Reply

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
  • Popular
  • Comments

Popular Posts

  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
    STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN Kebijakan publik adalah segala peraturan dan tindakan pemerintah yang disusun serta dilaksanakan untuk ke...
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
    PENGEMBANGAN KURIKULUM Sebenarnya yang berkembang adalah diri yang menjadi sasaran kurikulum SDM adalah ruh Kurikulum = menu Definis...
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH)
    PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH) Perencanaan ( Planning ) -> ada persiapan Keinginan -           Tidak ada persiapan ...
  • STUDI FIQIH
    Studi Fiqih Fiqih -           Furu’ (cabang) -           Pendapat (berubah-ubah). Contoh: aneka ragam macam sholat. -           Agar...
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ·          Informasi lebih penting dari pada sistem. Jika sudah mendapat informasi tidak perlu sistem. Sist...
  • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
    METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN Metodologi Metodologi berasal dari Bahasa Yunani “metodos” dan “logos” terdiri dari dua suku kata, ya...

About Me

Fitri Handayani
View my complete profile

Labels

ADMINISTRASI KEUANGAN ( 1 ) AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK ( 1 ) APLIKASI ICT ( 1 ) BAHASA INDONESIA ( 1 ) BAHASA INGGRIS I ( 1 ) BAHASA INGGRIS II ( 1 ) BIMBINGAN DAN KONSELING ( 1 ) DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( 5 ) DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM ( 3 ) DESAIN KOMUNIKASI VISUAL ( 1 ) DONWLOAD NOVEL ( 3 ) DOWNLOAD ( 11 ) DOWNLOAD EBOOKS ( 3 ) DOWNLOAD MAKALAH ( 5 ) EVALUASI PEMBELAJARAN ( 1 ) FILSAFAT ILMU ( 1 ) ILMU ALAMIAH DASAR ( 1 ) INOVASI PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MAGANG I ( 1 ) MAGANG II ( 1 ) MANAJAJEMEN DIKLAT ( 1 ) MANAJEMEN HUMAS ( 1 ) MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN ( 1 ) MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) MANAJEMEN STRATEGIK ( 1 ) MATA KULIAH ( 5 ) METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN ( 1 ) PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN ( 6 ) PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( 2 ) PENGEMBANGAN KURIKULUM ( 1 ) PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN ( 1 ) PERENCANAAN PEMBELAJARAN ( 1 ) PERENCANAAN PENDIDIKAN ( 1 ) PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI ( 3 ) PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ( 1 ) SEJARAH PERADABAN ISLAM ( 3 ) SEMINAR NASIONAL ( 1 ) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ( 1 ) STATISTIKA PENDIDIKAN ( 1 ) STRATEGI PEMBELAJARAN ( 1 ) STUDI FIQIH ( 1 ) STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ( 1 ) STUDY AL-QURAN DAN HADITS ( 1 ) SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM ( 1 ) TEKNOLOGI ( 1 ) TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN ( 1 ) TEOSOFI ( 1 ) TIPS & TRIKS ( 1 )

Instagram

  • Home

Labels

  • ADMINISTRASI KEUANGAN
  • AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
  • APLIKASI ICT
  • BAHASA INDONESIA
  • BAHASA INGGRIS I
  • BAHASA INGGRIS II
  • BIMBINGAN DAN KONSELING
  • DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
  • DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM
  • DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
  • DONWLOAD NOVEL
  • DOWNLOAD
  • DOWNLOAD EBOOKS
  • DOWNLOAD MAKALAH
  • EVALUASI PEMBELAJARAN
  • FILSAFAT ILMU
  • ILMU ALAMIAH DASAR
  • INOVASI PENDIDIKAN ISLAM
  • KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
  • MAGANG I
  • MAGANG II
  • MANAJAJEMEN DIKLAT
  • MANAJEMEN HUMAS
  • MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
  • MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
  • MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN ISLAM
  • MANAJEMEN STRATEGIK
  • MATA KULIAH
  • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
  • PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
  • PERENCANAAN PEMBELAJARAN
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN
  • PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI
  • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
  • SEJARAH PERADABAN ISLAM
  • SEMINAR NASIONAL
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
  • STATISTIKA PENDIDIKAN
  • STRATEGI PEMBELAJARAN
  • STUDI FIQIH
  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
  • STUDY AL-QURAN DAN HADITS
  • SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM
  • TEKNOLOGI
  • TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
  • TEOSOFI
  • TIPS & TRIKS

Popular Posts

  • STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
    STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN Kebijakan publik adalah segala peraturan dan tindakan pemerintah yang disusun serta dilaksanakan untuk ke...
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
    PENGEMBANGAN KURIKULUM Sebenarnya yang berkembang adalah diri yang menjadi sasaran kurikulum SDM adalah ruh Kurikulum = menu Definis...
  • PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH)
    PERENCANAAN PENDIDIKAN (ISTILAH-ISTILAH) Perencanaan ( Planning ) -> ada persiapan Keinginan -           Tidak ada persiapan ...
  • STUDI FIQIH
    Studi Fiqih Fiqih -           Furu’ (cabang) -           Pendapat (berubah-ubah). Contoh: aneka ragam macam sholat. -           Agar...

Blog Archive

  • ►  2018 ( 9 )
    • ►  February ( 9 )
  • ▼  2017 ( 68 )
    • ►  November ( 12 )
    • ▼  October ( 54 )
      • PENELITIAN TINDAKAN KELAS
      • MILEA SUARA DARI DILAN
      • DILAN Bagian Kedua (Pidi Baiq)
      • DILAN 1 (shabrinabachtiar)
      • PERENCANAAN PEMBELAJARAN
      • STRUCTURE OF ON ARTICLE
      • DESAIN LOGO
      • BIMBINGAN DAN KONSELING
      • PENGEMBANGAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
      • MANAJEMEN HUMAS
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 5
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 4
      • DOWLOAD MAKALAH SEMESTER 3
      • DOWNLOAD MAKALAH SEMESTER 2
      • DOWNLOAD MAKALAH SEMESTER 1
      • PENGEMBANGAN KURIKULUM
      • METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
      • STUDI FIQIH
      • STRATEGI PEMBELAJARAN
      • PENYAJIAN DATA
      • MANAJEMEN STRATEGIK
      • TYPES OF GENRE
      • ADMINISTRASI KEUANGAN
      • SEJARAH BAHASA INDONESIA
      • DOWNLOAD EBOOKS SMA/MA KELAS 10
      • DOWNLOAD EBOOKS SMP/MTs KELAS 7
      • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
      • SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
      • TIPS & TRIKS
      • EKOLOGI DAN EKOSISTEM
      • TEKNOLOGI
      • DOWNLOAD EBOOKS PT
      • DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
      • SEMESTER 5
      • SEMESTER 4
      • SEMESTER 3
      • SEMESTER 2
      • SEMESTER 1
      • TEOLOFI, TASAWUF, FILSAFAT
      • METODOLOGI TAFSIR (PARADIGMA, PENDIDIKAN, DAN METODE)
      • LAPORAN OBSERVASI MAGANG I DI PONDOK PESANTREN ANW...
      • SMART ISLAMIC EDUCATION LEADERSHIP IN GLOBAL AREA
      • NILAI-NILAI ILMU
      • KEPEMIMPINAN DALAM SUPERVISI PENDIDIKAN
      • PENGELOLAAN DIKLAT
      • ASAS, UNSUR, FAKTOR DAN OBJEK PENDIDIKAN ISLAM
      • STAFFING, PIMPINAN DAN KEPEMIMPINAN LPI
      • SELEKSI DAN ORIENTASI SUMBER DAYA MANUSIA
      • KEKUASAAN, POLITIK, DAN KEPEMIMPINAN
      • BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
      • PROFIL NABI: DEFINISI DAN MACAM-MACAMNYA
      • INOVASI TENTANG PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASI...
      • KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN YANG TRANFORMASIONAL
      • KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL
    • ►  September ( 2 )

Copyright ©

Blogger Templates
POHON ILMU . All Rights Reserved.