BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Organisasi dapat melaksanakan fungsinya dengan baik,
apabila pegawai/karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut dapat
melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien. Untuk mewujudkan tersebut
mereka perlu manajemen atau pengelolaan Diklat.
Manajemen atau pengelolaan Diklat adalah upaya yang
sistematis dan terencana dalam mengoptimalkan seluruh komponen Diklat guna
mencapai tujuan program secara efektif dan efisien (Daryanto & Bintoro,
2014). Komponen Diklat terdiri dari kurikulum, sumber daya manusia,
sarana/prasarana, dan biaya. Manajemen Diklat yang sistematis dan terencana
meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan (kontrol), dan evaluasi, terutama
menyangkut tentang organisasi, program, sumber daya, dan pembiayaan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian pengelolaan diklat?
2.
Apa saja tujuan pengelolaan diklat?
3.
Bagaimana tahap penyelenggaraan diklat?
4.
Bagaimana langkah-langkah pengelolaan program diklat?
C. Tujuan
1.
Mengetahui pengertian pengelolaan diklat.
2.
Mengetahui tujuan pengelolaan diklat.
3.
Mengetahui tahap penyelenggaraan diklat.
4.
Mengetahui langkah-langkah pengelolaan program diklat.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Pengelolaan Diklat
Manajemen atau pengelolaan Diklat adalah upaya yang
sistematis dan terencana dalam mengoptimalkan seluruh komponen Diklat guna
mencapai tujuan program secara efektif dan efisien (Daryanto & Bintoro,
2014). Komponen Diklat terdiri dari kurikulum, sumber daya manusia,
sarana/prasarana, dan biaya. Manajemen Diklat yang sistematis dan terencana
meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan (kontrol), dan evaluasi, terutama
menyangkut tentang organisasi, program, sumber daya, dan pembiayaan.
2.
Tujuan Pengelolaan Diklat
Berdasar PP RI No. 101 tahun 2000, disebutkan bahwa
tujuan Diklat antara lain: meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap
untuk dapat melakukan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi
kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansi, memantapkan sikap dan
semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan
pemberdayaan masyarakat, menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir.
Dengan adanya PP tersebut memberikan penekanan pada kualitas pegawai/pegawai
negeri untuk selalu meningkatkan kapasitas/kualitas diri yaitu dengan mengikuti
Diklat.
Tujuan Pengelolaan Diklat:
a.
Mengoptimalkan seluruh komponen Diklat.
b.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan program.
c.
Menjadikan Diklat profesional.
3.
Tahapan Penyelenggaraan Diklat
Tujuan penyelenggaraan Diklat secara umum adalah
meningkatkan aparatur yang profesional. Untuk mewujudkan aparatur yang
profesional, dibutuhkan program diklat yang berkualitas, yaitu program diklat
baik klasikal maupun non klasikal yang mampu memenuhi kebutuhan kompetensi
peserta. Kompetensi peserta diklat merupakan kemampuan dan
karakteristik aparatur yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap
perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya.
Dalam konteks inilah, maka pemerintah menetapkan beberapa
kebijakan yang tertuang dalam PP No 101 tahun 2000 tentang penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan, khususnya untuk Aparatur Sipil Negara, semuanya
diarahkan pada terwujudnya penyelenggaraan Diklat yang berbasis kompetensi.
Kebijakan tersebut mengatur tentang: 1) tujuan dan sasaran Diklat, 2) jenis dan
jenjang, 3) peserta, 4) kurikulum dan metode, 4) tenaga keDiklatan, 5) sarana
dan prasarana, 6) penyelenggara, 7) pembiayaan, 8) pengendalian, 9) pembinaan,
dan 10) ketentuan-ketentuan Diklat lainnya.
Kebijakan-kebijakan tersebut dijadikan pedoman
pengelolaan penyelenggaraan Diklat. Tahapan penyelenggaraan Diklat seperti
dijelaskan oleh Russel dalam Sulistiyani dan Rosidah (2003) meliputi: 1)
penilaian kebutuhan pelatihan (need assessment), yang bertujuan
mengumpulkan informasi untuk menentukan dibutuhkan atau tidaknya program
Diklat, 2) pengembangan program pelatihan (development), bertujuan untuk
merancang lingkungan pelatihan dan metode pelatihan yang dibutuhkan guna
mencapai tujuan pelatihan, 3) evaluasi program pelatihan (evaluation) bertujuan
untuk menilai apakah Diklat telah mencapai tujuan yang diharapkan.
4.
Langkah-langkah Pengelolaan Program Diklat
Langkah-langkah strategis dan sistematis dalam mengelola
program Diklat adalah sebagai berikut:
a.
Perencanaan Diklat
Kegiatan perencanaan Diklat dilakukan dengan cermat agar
tujuan Diklat dapat tercapai. Kegiatan perencanaan mencakup beberapa hal,
yaitu:
1)
Identifikasi dan Analisis Kebutuhan Diklat.
Identifikasi dan analisis kebutuhan Diklat bertujuan
untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan Diklat perlu dipenuhi. Langkah awal
dalam menganalisis kebutuhan Diklat yaitu dengan melihat penyebab masalah dalam
organisasi tersebut. Jenis analisis kebutuhan Diklat dapat berupa analisis
kinerja, fungsi, pekerjaan, dan fungsi.
Salah satu model tahapan kegiatan analisis kebutuhan
pelatihan sebagaimana dikemukakan Nadler .L (1982).
2)
Menguji dan Menganalisis Jabatan dan Tugas
Menguji dan menganalisis jabatan merupakan suatu proses
mendapatkan informasi tentang suatu jabatan untuk menyusun standar-standar
tertentu.
3)
Klasifikasi dan Menentukan Peserta Diklat
Klasifikasi peserta Diklat disesuaikan dengan jabatan dan
tugas yang diemban oleh masing-masing peserta. Hal yang perlu diperhatikan
dalam menentukan peserta Diklat adalah kuota dan sumber daya yang mendukung
pelaksanaan Diklat seperti latar belakang, pengalaman, usia, pendidikan, dan
sebagainya.
4)
Merumuskan tujuan Diklat
Tujuan Diklat disusun berdasarkan orientasi yang
diharapkan oleh organisasi pada sumber daya manusia yang akan mengikuti Diklat.
Pada dasarnya tujuan pelatihan dapat dibedakan menjadi tiga kategori pokok
domain, yang meliputi:
a)
Cognitive domain, adalah tujuan Diklat yang berkaitan dengan meningkatkan
pengetahuan peserta. misalnya peningkatan pemahaman guru terhadap kurikulum
2013.
b)
Affective domain, adalah tujuan Diklat yang berkaitan dengan sikap dan
tingkah laku, misalnya peningkatan motivasi dan kreativitas guru dalam
pengembangan model pembelajaran.
c)
Psychomotor domain, adalah tujuan Diklat yang berkaitan dengan keterampilan
peserta Diklat, misalnya peningkatan keterampilan atletik bagi guru
penjasorkes.
5)
Menyusun Rancangan Program Diklat
Menyusun rancangan program Diklat adalah menyusun
kurikulum. Untuk merancang suatu kurikulum dan menyajikannya dalam suatu sajian
tertentu, maka dianjurkan langkah-langkah berikut:
a)
Menentukan dan memprioritaskan isi/muatan materi Diklat.
b)
Membangun hubungan logis dan urutannya.
c)
Menentukan metoda dan media pelatihan
d)
Menentukan kebutuhan waktu.
Rancangan kurikulum tersebut kemudian disusun dalam
perencanaan pelaksanaan Diklat yang memuat semua aspek pelaksaan Diklat yang
meliputi: peserta pelatihan dan jumlahnya, fasilitator/pelatih, tempat
pelaksanaan, waktu pelaksanaan, kelengkapan pendukung, kebutuhan biaya dan
sumber dana, bahan pelatihan, konsumsi, akomodasi, transportasi, dokumentasi,
dan kepanitiaan.
6)
Menyusun dan Mengembangkan Kerangka Acuan
Menyusun dan mengembangkan suatu kerangka acuan Diklat
atau Term of Reference (TOR). Pada umumnya garis besar isi kerangka
acuan Diklat meliputi:
a)
Latar belakang (mengapa)
b)
Tujuan Diklat (untuk apa)
c)
Poko bahasan/materi Diklat (Apa)
d)
Pendekatan dan metodologi Diklat (bagaimana)
e)
Peserta pelatihan dan fasilitator (siapa)
f)
Waktu dan tempat pelatihan (kapan dan di mana)
g)
sumber dana dan pembiayaan (berapa)
Hal tersebut terinci dan dibukukan dalam panduan Diklat
yang akan diserahkan kepada semua peserta Diklat.
b.
Pelaksanaan Diklat
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan
Diklat terkait dengan event organization, yaitu pembentukan organizing
commite atau struktur organisasi kepanitiaan yang bertanggungjawab terhadap
pelaksanaan Diklat sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing dan starring
comitte yang bertanggungjawab penuh saat pelaksanaan Diklat. Kegiatan organizing
commite meliputi menetapkan tempat penyelenggaraan dan fasilitas yang
tersedia (kapasitas ruangan, tempat parker, kamar kecil, ruang tunggu,
penginapan, dan fasilitas lain yang dibutuhkan) yang dapat memberikan
kenyamanan peserta Diklat dan membuat time schedule Diklat termasuk
pemberitahuan/ undangan kepada peserta dan fasilitator, serta mempersiapkan
kelengkapan bahan Diklat termasuk konsumsi. Sedangkan kegiatan starring
comitte meliputi penentuan pembawa acara, moderator yang dapat mencairkan
suasana, para nara sumber, jenis bahan ajar, metode, dan pendukung pelaksanaan
Diklat lainnya. Para petugas starring comitte sebaiknya adalah
orang-orang yang sudah berpengalaman dan berkualitas sehingga memberikan nuansa
semangat bagi peserta dan panitia dalam mencapai tujuan Diklat.
c.
Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tahap evaluasi menjadi bagian penting yang perlu
dilakukan oleh penyelenggara Diklat untuk mengetahui apakah Diklat tersebut
mempunyai nilai guna yang maksimal dalam peningkatan kualitas sumber daya
manusia dan pengembangan organisasi.
Tahapan evaluasi bertujuan untuk:
1)
Menemukan bagian-bagian mana saja dari pelaksanaan Diklat
yang berhasil mencapai tujuan, serta bagian mana sajakan yang kurang atau tidak
mencapai tujuan sehingga dapat dibuat langkah-langkah perbaikan.
2)
Memberi kesempatan kepada peserta untuk menyumbangkan
pemikiran dan saran-saran serta penilaian terhadap efektivitas program
pelatihan yang dilaksanakan.
3)
Mengetahui sejauh mana dampak kegiatan pelatihan terutama
yang berkaitan dengan terjadinya perubahan perilaku dikemudian hari.
4)
Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk merancang dan
merencanakan Diklat selanjutnya.
Pelaksanaan evaluasi Diklat dapat dilakukan dalam empat
tahapan utama:
1)
Perencanaan Evaluasi
Pada tahap perencanaan evaluasi diklat ini perlu
memperhatikan tujuan dari program diklat yang hendak dievaluasi sebagai dasar
untuk merencanakan rencana evaluasi.
2)
Pengumpulan Data
Pada tahap ini evaluator program diklat mengumpulkan
data-data yang relevan untuk evaluasi sesuai dengan rancangan dan tujuan dari
evaluasi diklat ini.
3)
Analisis dan Evaluasi Data
Dalam analisis dan evaluasi data ini perlu
dipertimbangkan data-data yang relevan dan tidak relevan dalam proses analisis,
termasuk mempertimbangkan dampak dari program diklat.
4)
Pelaporan Hasil Evaluasi Diklat
Secara umum pelaporan evaluasi diklat adalah melaporkan
seluruh kegiatan yang dilakukan selama proses evaluasi, mulai dari perencanaan
sampai pada kesimpulan dan tindak lanjut.
Setelah diperoleh data evaluasi maka dilakukan tindak
lanjut. Tindak lanjut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peserta Diklat
setelah kegiatan pelatihan selesai. Rencana tindak lanjut seharusnya dibuat
secara spesifik dan realistis sesuai dengan tanggung jawabnya.
Penyelenggara Diklat dapat memilih berbagai jenis desain
evaluasi sesuai dengan waktu, biaya, maupun tenaga yang tersedia. Desain
tahapan evaluasi dapat dilakukan melalui post test, pre test/post test, atau
multiple pre test/multiple post test. Apa pun desain yang dipilih akan
mencerminkan perubahan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku
peserta Diklat sehingga dapat dilakukan pengembangan dan pemberdayaan yang
berkelanjutan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manajemen atau pengelolaan Diklat adalah salah satu upaya
peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap aparatur dalam rangka memenuhi
kinerja yang diharapkan dan memenuhi kualifikasi sumber daya manusia untuk
menghadapi perubahan tuntutan kualitas baik dari internal maupun eksternal.
Keputusan pentingnya penyelenggaraan Diklat didasarkan pada analisis kebutuhan
meliputi pengembangan karier, adanya kepentingan perbaikan kinerja pegawai yang
rendah, penambahan fungsi dalam organisasi, memperkecil kesenjangan tuntutan
pekerjaan dengan sumber daya manusia yang ada. Informasi dari analisis
kebutuhan mengharuskan ada dan tidaknya program Diklat. Apabila permasalahan
terkait dengan persoalan aparatur maka perlu adanya penyelenggaraan Diklat.
Penyelenggaraan Diklat akan maksimal jika komponen Diklat dikelola secara
efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan dan strategi yang tepat.
Langkah-langkah dalam mengelola Diklat adalah: 1) tahap perencanaan dengan
menentukan jenis Diklat, narasumber (pelatih), durasi waktu, penentuan
materi/kurikulum, 2) tahap pelaksanaan dan 3) tahap evaluasi. Keberhasilan
manajemen Diklat sangat bermanfaat bagi organisasi karena memberikan dampak
positif pada peningkatan kinerja yang sesuai dengan kriteria pengembangan
tujuan yang telah ditentukan.
DAFTAR PUSTAKA
Ambar Teguh Sulistiyani
& Rosidah, 2003 Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakrta: Graha Ilmu
Daryanto & Bintoro.
2014. Manajemen
DIKLAT. Malang: GAVA MEDIA.
Peraturan Pemerintah Nomor
101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.
William P. Antony, 2002. Human Resouces Management.,
A Strategic Approach, United States Of America


No comments :